(Taiwan, ROC) – Senat Amerika Serikat pada hari Kamis tanggal 23 Juli waktu setempat meloloskan UU Otorisasi Pertahanan Keamanan Negara dalam laporan dana anggaran belanja negara tahun 2021, di antaranya meliputi pemberian saran kepada pihak angkatan bersenjata untuk bisa mempersiapkan dan memiliki kemampuan dalam menghalau tindakan skala cepat yang tengah dilakukan oleh pihak Daratan Tiongkok dalam melakukan pengontrolan terhadap Taiwan, yang mana hal tersebut telah terlihat dan terbuktikan secara nyata, serta memberikan saran agar dapat turut mengundang Taiwan ikut serta dalam latihan militer bersama di kawasan Samudera Pasifik. Istana Kepresidenan pada hari Jumat tanggal 24 Juli menyampaikan rasa terima kasih kepada Dewan Senat Amerika yang telah memberikan kepedulian tinggi dan dukungan terhadap kemampuan pertahanan negara bagi pemerintah Taiwan. Pemerintah juga akan terus melakukan pembahasan dengan instansi terkait Amerika, memperkuat hubungan kerjasama bidang keamanan antara Taiwan dan Amerika, memanfaatkan dan memainkan peran yang lebih aktif dalam kawasan di sekitar perairan Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Istana Kepresidenan juga menyebutkan guna dapat melakukan perlindungan akan keamanan nasional, maka akan terus melanjutkan tanggung jawab yang dipikul dalam hal mempertahankan kestabilan kawasan, Taiwan juga memiliki sistem yang mampu untuk menjalankan tugas pertahanan negara, meningkatkan kemampuan tentara nasional dalam melakukan perlindungan diri, memastikan keamanan seluruh warga dan juga perkembangan stabilitas kawasan.
Pihak Dewan Senat Amerika dengan hasil keputusan 86 suara banding 14 suara, berhasil meloloskan UU Otorisasi Pertahanan Keamanan Negara 2021 dengan nomor program S 4049. Adapun penjelasan terkait ada dalam pasal 2158 dan pasal 2159.
Untuk pasal 2158 disebutkan secara jelas bahwa pihak Amerika memprediksi langkah penyelesaian masalah Taiwan di masa depan adalah dengan langkah damai. Barang siapa yang hendak melakukan tindakan penyelesaian masalah masa depan Taiwan melalui tindakan tidak damai, maka akan dianggap sebagai sebuah ancaman bagi kelangsungan perdamaian dan kestabilan di kawasan barat Samudera Pasifik, sehingga hal ini tentu memiliki hubungan yang sangat besar dengan pihak Amerika. Pihak Daratan Tiongkok yang terus menerus memberikan tekanan militer terhadap Taiwan, bahkan sikap untuk mengintimidasi Taiwan, termasuk terus menerus melakukan latihan militer dengan menggunakan Taiwan sebagai sebuah titik sasaran, maka semua hal tersebut telah membelakangi harapan perdamaian yang disebutkan. Dewan Senat juga menjelaskan jika pihak Amerika mendukung Taiwan dalam hal pengembangan kemampuan, pembaruan alutsista dan modernisasi militer dalam hal pertahanan keamanan nasional, termasuk menjalin hubungan kerjasama dalam hal penjualan alutsista kepada Taiwan dan juga manufaktur militer terkait, memastikan Taiwan memiliki kemampuan dalam strategi perang yang seimbang. UU terkait juga menyarankan pemerintah agar dapat mengundang Taiwan dalam latihan militer di kawasan Samudera Pasifik dan sebagainya, memperluas latihan bagi para prajurit Taiwan di Amerika, melakukan interaksi pertukaran kunjungan pejabat tinggi bidang kemiliteran kedua belah pihak, medis militer dan juga kerjasama bidang pertolongan bencana.