History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pejabat Taiwan di Hong Kong Dipinta Tandatangani Kesepahaman Satu Tiongkok

  • 24 July, 2020
  • 譚雲福
Pejabat Taiwan di Hong Kong Dipinta Tandatangani Kesepahaman Satu Tiongkok
Pejabat Taiwan di Hong Kong Dipinta Tandatangani Kesepahaman Satu Tiongkok

        (Taiwan, ROC) – Pihak media melaporkan jika kantor perwakilan Taiwan di Hong Kong diberitahukan, jika tidak menandatangani “Surat pernyataan kesepahaman satu Tiongkok”, maka masa berlaku visa tidak akan diperpanjang. Karena pejabat kantor perwakilan tidak ingin menandatangani surat tersebut, maka telah kembali pulang ke Taiwan pada Kamis kemarin. Selain itu, pihak media juga memberitakan jika Departemen Urusan Dalam Negeri dan Protokol Hong Kong juga membenarkan laporan jika pihak Taiwan tidak memberikan visa, maka telah ada dua pejabat asal Hong Kong yang ditempatkan di Taiwan telah kembali pulang ke Hong Kong.

        Sehubungan dengan semakin menegangnya hubungan Taiwan dan Hong Kong, Perdana Menteri Su Tseng-chang pada hari Jumat tanggal 24 Juli saat menerima wawancara dari media menyampaikan jika pihak Taiwan selalu mempedulikan kondisi Hong Kong, namun karena sikap Daratan Tiongkok yang telah berubah berkenaan dengan “Janji 50 tahun tidak ada perubahaan setelah Hong Kong dikembalikan”, dan kini meminta pejabat Taiwan untuk menandatangani surat pernyataan prinsip, hal ini telah melanggar tata cara kerja semula. Su Tseng-chang menjelaskan dengan berlandaskan asas saling menghormati dan saling mensejahterakan, maka pihak pemerintah tentu telah memiliki langkah antisipasi. Taiwan menyambut baik interaksi dengan pihak Hong Kong, namun tetap haruslah saling menghormati. Su Tseng-chang mengimbau kepada pihak Daratan Tiongkok untuk dapat menghormati kebebasan berdemokrasi yang dimiliki oleh Hong Kong, yang mana hal ini akan lebih sesuai dengan yang diinginkan oleh Hong Kong.

        Su Tseng-chang mengatakan, “Bahkan petugas yang kami utus ke Hong Kong pun hendak dimintai tandatangan surat pernyataan, maka hal ini telah memutarbalikkan kondisi tata kerja awal. Dengan berlandaskan asas saling menguntungkan dan mensejahterakan, dan kami juga menjunjung tinggi kedaulatan negara, maka kami juga pasti akan memiliki langkah konkrit untuk mengantisipasinya.”

        Pihak media memberitakan jika pesawat tempur milik Daratan Tiongkok pada tanggal 23 Juli malam hari dan tanggal 24 Juli dini hari, terbang melewati kawasan angkasa di bagian barat daya Taiwan, sehingga telah diusir oleh satuan Angkatan Udara. Namun hingga berita ini diturunkan, masih belum ada pernyataan resmi dari pihak AU, dan hanya menyebutkan bahwa pihaknya mengengam penuh data informasi di laut perairan Taiwan, langit angkasa, dan antisipasi setiap kondisi yang terjadi, serta semua dalam kategori normal.

Komentar

Terbarumore