History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Banjir Bandang di Sulawesi Akibatkan 36 Meninggal 66 Kehilangan Kontak

  • 18 July, 2020
  • 譚雲福
Banjir Bandang di Sulawesi Akibatkan 36 Meninggal 66 Kehilangan Kontak
Banjir Bandang di Sulawesi Akibatkan 36 Meninggal 66 Kehilangan Kontak

        (Taiwan, ROC) – Kondisi banjir besar yang terjadi di Sulawesi Indonesia, hingga saat ini telah tercatat ada sebanyak 26 orang meninggal dunia. Petugas pemberian pertolongan pada hari Jumat tanggal 17 Juli, berhasil menemukan satu sosok mayat yang terhimpit di antara dinding semen dan batu bata, sehingga para petugas bersaingan dengan waktu sisa yang ada, dan berhasil mendapatkan 66 korban yang sebelumnya tidak diketahui kondisi dan keadaannya.

        Merujuk pada media AFP, Adapun lokasi bencana terbesar adalah di bagian utara Luwu, dengan jumlah sebanyak 14 ribu warga yang tidak dapat kembali pualng ke rumah masing-masing, dan semuanya memilih untuk berlindung di tempat penampungan bencana. Di waktu yang bersamaan, aparat petugas di Indonesia, juga berhasil menemukan 66 korban yang sebelumnya tidak diketahi keberadaannya.

        Pada tanggal 13 Juli sebelumnya, kawasan tersebut sempat disirami hujan lebat, yang mengakibatkan meluapnya jumlah air di tempat penampungan air dan beberapa jalu sungai yang ada di sekitar kawasan.

        Usai hujan mereda, kawasan setempat mendadak mulai dipenuhi dengan air, sama halnya dengan kondisi di beberapa jalur sungai yang ada.

        Berkat pertolongan yang diberikan oleh satuan penolong, diketahui setidaknya ada 36 orang yang meninggal akibat banjir kali ini.

        Pihak pemerintah setempat menyebutkan jika dari data yang ada, korban yang meninggal akibat banjir, 10 an orang di antaranya telah mencapai usia manual, bahkan ada yang telah berusia 66 tahun. Hal ini juga kembali meningkatkan rasa kekhawatiran warga lainnya, mengingat setiap keluarga juga memiliki orang tua yang tengah di asuh dan akhirnya kehilangan kontak.

        Aparat petugas yang tengah memberikan pertolongan mengakui jika pihaknya telah melakukan pencarian korban yang hilang selama 4 hari berturut, akan tetapi persentase kemungkinan dapat ditemukan sangatlah kecil, terlebih-lebih ada kawasan yang ditenggelami oleh cairan lumpur setebal 2 meter, akan tetapi pihaknya menyatakan bahwa mereka akan tetap melakukan pencarian lebih lanjut hingga akhir pekan.

        Adapun air luapan banjir, tidak lupa juga turut membawa tanah dan lumpur, yang langsung menghantam masuk ribuan rumah penduduk, instansi pemerintah dan beberapa pusat sarana publik yang ada. Masyarakat yang telah depresi dan merasa kehilangan, terlihat tengah mencari alat perlengkapan untuk mandi bilas dan juga peralatan makan, serta beberapa barang yang kini telah jatuh berserakan di lantai, kemudian membawanya ke tempat pengungsian sementara terlebih dahulu.

Komentar

Terbarumore