History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Ancaman Daratan Tiongkok Kepada Produsen Militer AS, Kemenlu: Ancaman Yang Tidak Masuk Akal

  • 16 July, 2020
  • 鄭蕙玲
Ancaman Daratan Tiongkok Kepada Produsen Militer AS, Kemenlu: Ancaman Yang Tidak Masuk Akal
Direktur Urusan Amerika Utara, MOFA Yao Chin-hsiang

(Taiwan, ROC) Kemenlu AS pada tanggal 9 Juli mengumumkan persetujuan perpanjangan program pengadaan rudal PAC-3 patriot kepada Taiwan senilai 620 milyar USD dan akan disampaikan secara resmi kepada kongres, kelanjutan dari pertengahan bulan Mei, pihak AS kembali meloloskan penjualan senjata kepada Taiwan, sehubungan dengan hal ini Daratan Tiongkok mengancam akan memberikan sanksi kepada perusahaan pemborong Lockheed Martin.

Direktur Urusan Amerika Utara, MOFA Yao Chin-hsiang(姚金祥) pada hari Kamis ini (16/7) menyampaikan, berdasarkan hukum hubungan Taiwan mengusulkan permintaan pengadaan senjata, begitupula pihak AS juga berdasarkan hukum hubungan Taiwan melanjutkan penyediaan senjata dan peralatan militer untuk pertahanan nasional Taiwan, bukan karena ancaman pertama kali dari Daratan Tiongkok yang akan memberikan sanksi kepada perusahaan AS yang terkait. Yao mengemukakan, permintaan Taiwan kepada AS untuk menjual senjata, bertujuan untuk menjaga kedaulatan Taiwan, menjaga stabilitas nasional Taiwan, Kemenlu mengkritik ancaman Daratan Tiongkok kepada perusahaan pemborong adalah hal yang tidak masuk akal.

Direktur Urusan Amerika Utara, MOFA Yao Chin-hsiang(姚金祥) mengatakan, “Jika Daratan Tiongkok tidak memperkeruh suasana lintas selat, tidak terus menerus memberikan pernyataan ancaman kepada Taiwan, kondisi demikian tidak bakal terjadi, maka kami mengecam keras terhadap ancaman tidak masuk akal dari pihak Daratan Tiongkok.”

Selain itu, berdasarkan media Vietnam yang memberitakan, Kementerian Perhubungan Vietnam telah mengusulkan beberapa titik utama rute penerbangan bisnis di Asia dipulihkan agar dapat berjalan dengan normal pada bulan Agustus mendatang, salah satunya termasuk Taiwan. Sehubungan dengan perkembangan pertukaran kedua belah pihak, maka Juru Bicara Kemenlu Joanne Ou pada hari kamis ini (16/7) dalam konferensi pers menjawab beberapa pertanyaan yang dilontarkan media, ia menyampaikan setelah diklarifikasi oleh kantor perwakilan Republik Tiongkok di Vietnam, pemerintah Vietnam sementara ini telah memastikan untuk melaksanakan program pemulihan yang relevan. Jubir Kemenlu Joanne Ou mengemukakan, pihak Vietnam mengakui pencegahan pandemi di Taiwan, juga sepenuhnya memahami kesediaan Taiwan, maka pihaknya dan Vietnam akan terus mempererat komunikasi dan memantau perkembangan ini lebih lanjut.

Mengenai kapan kepastikan rute penerbangan akan dipulihkan, Jubir Kemenlu Joanne Ou menjawab, masih menunggu pihak Vietnam melengkapi langkah pendukung yang akan diterapkan, termasuk ketentuan pemeriksaan karantina setelah masuk dan lainnya, setelah langkah pendukung selesai dirangkum baru diimplementasikan.

Komentar

Terbarumore