(Taiwan, ROC) Berkaitan dengan UU Keamanan Nasional Hongkong yang sudah diberlakukan, maka mengatur Sekretaris Keamanan dan Komisaris Kepolisian dapat meminta informasi dari organisasi politik Taiwan maupun luar negeri, jika tidak kooperatif maka bisa menghadapi jalur hukum dan sanksi. Kandidat pemilihan ulang walikota Kaoshiung parpol DPP Chen Chi-mai pada hari Kamis ini (9/7) saat menghadiri area teknologi Kosmos Kaoshiung sempat ditanyai apa tindakan penanganan hal ini. Chen Chi-mai mengkritik UU ini sangat keterlaluan, serius mengintervensi demokrasi dan supremasi hukum Hongkong, sulit dipercaya di kedepannya UU Keamanan Nasional Hongkong dapat menjadi instruksi penangkapan yang berlaku secara global, masih berlaku sampai di Taiwan, Chen mengemukakan, jika di masa mendatang Kaoshiung menerima surat edaran ini maka akan segera dimusnahkan di mesin penghancur kertas.
Chen Chi-mai mengatakan, “Taiwan merupakan negara yang berdaulat, dengan nama negara adalah Republik Tiongkok, maka di masa mendatang pemerintah kota Kaoshiung tidak bakal bersikap kooperatif, juga tidak menggubris pelanggaran HAM ini, atau instruksi yang mengintervensi demokrasi, misalkan dalam struktur pemerintahan mereka ada pemkot Kaoshiung termasuk dalam cakupan ini, mengirimkan surat resmi kepada pemkot Kaoshiung maka surat edaran tersebut akan dibuang ke mesin penghancur kertas.”
Ketua KMT ketua KMT Johnny Chiang(江啟臣) pada hari Kamis ini (9/7) mendampingi kandidat dari parpol KMT untuk pemilihan ulang walikota Kaoshiung, Li Mei-jhen mengunjungi Women, Children, Youth Center dan Fengshan Sports, Li Mei-jhen saat diwawancarai menyampaikan, di sini adalah Republik Tiongkok, semestinya tidak akan menerima surat edaran tersebut, ia beranggapan revisi hukum baru kunci pokok permasalahan.
Li mei-jhen (李眉蓁)mengatakan, “Kita di sini adalah Republik Tiongkok, semestinya tidak akan menerima surat edaran tersebut, tidak semestinya berbuat seperti yang dikatakan Chen Chi-mai membuang surat edaran ke mesin penghancur kertas, di masa depan pemkot akan menghadapi dengan terbuka, tidak akan ada mesin penghancur kertas sebanyak itu.”
Mengenai pernyataan ketua KMT Johnny Chiang(江啟臣) jika tidak memenangkan pemilihan ini, maka dirinya tidak akan menjabat sebagai ketua KMT Chen Chi-mai menjawab bahwa ini menjadi urusan internal parpol KMT sendiri, dirinya tidak memberikan komentar; namun ia juga mengemukakan, malah menunjukkan situasi internal parpol KMT bermasalah dan wajib diselesaikan mereka sendiri.
Di sisi lain, Li Mei-jhen memberikan kritikan terhadap Chen Chi-mai yang mengusulkan “setiap kelas diberi fasilitas AC pendingin” menjadi kebijakan Han Kuo-yu versi 2.0, Chen Chi-mai mengkritik adanya kesalahpahaman dalam penalaran ini. Ia mengatakan bahwa tahun 2019 saat pencalonan menjadi walikota Kaoshiung sudah mengusulkan program ini, sebaliknya Chen Chi-mai mengkritik kebijakan dan tim sukses Li Mei-jhen yang lebih bijaksana dalam merespons keraguan yang dirasakan oleh masyarakat.