(Taiwan, ROC) --- 46 anggota legislator dari partai oposisi dan penguasa menghadiri upacara peresmian “Taiwan Parliament Group For Tibet” yang digelar hari ini (8/7). Bertindak sebagai Kepala, Freddy Lim (林昶佐) menyampaikan, di tengah tekanan yang dilancarkan oleh Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Taiwan akan melindungi nilai demokrasi, kebebasan dan Hak Asasi Manusia. “Taiwan Parliament Group For Tibet” dibangun untuk menjalin hubungan dengan organisasi Tibet yang berada di luar negeri. Di samping itu, organisasi ini didirikan untuk membuat dunia internasional turut berpartisipasi dalam nilai demokrasi, kebebasan dan HAM yang terus dipromosikan oleh Tibet.
Dawa Tsering, yang adalah seorang perwakilan dari Pemerintah Pusat Administratif Tibet di Taiwan menyampaikan, UU Keamanan Nasional Hong Kong yang baru saja dirilis memiliki kemiripan dengan perjanjian damai yang pernah ditandatangani oleh Tibet sebelumnya. Pihak RRT sekali lagi terbukti telah melanggar janji yang pernah dilontarkannya.
Dawa Tsering mengatakan, “Tidak peduli Tibet, Hong Kong atau Taiwan, kita semua menghadapi tekanan yang sama. Dalam menghadapi kekuatan seperti demikian, peresmian “Taiwan Parliament Group For Tibet” merupakan salah satu langkah yang tepat.”
Tashi Tsering, Ketua Human Rights Network for Tibet and Taiwan menyampaikan, generasi kedua dari keturunan Tibet banyak yang tidak menguasai bahasa Mandarin. Mereka pun berharap agar “Taiwan Parliament Group For Tibet” membantu siswa asal Tibet untuk mendatangkan mereka guna mendalami bahasa Mandarin.
Ketika ditanya perihal kemungkinan Dalai Lama berkunjung ke Taiwan, Freddy Lim menyampaikan, Taiwan sudah seharusnya memperluas ruang penyampaian pendapat di muka umum. Jika Dalai Lama berkeinginan untuk berkunjung, maka Taiwan akan siap menyambut kedatangannya.