(Taiwan, ROC) - Taiwan dan Somaliland akan terus mempererat hubungan bilateral meski adanya sejumlah tekanan dari Beijing, demikian ditegaskan Kementerian Luar Negeri (MOFA), Senin, 6 Juli, merespons laporan media bahwa Tiongkok sedang berusaha keras menghalangi hal ini.
Somaliland Chronicle pada hari Minggu melaporkan, kedutaan besar Tiongkok di Somalia pernah dua kali berkunjung ke Somaliland, berusaha membujuk negara yang memproklamirkan kemerdekaan secara mandiri itu untuk tidak menjalin hubungan dengan Taiwan.
Menurut laporan tersebut, duta besar Tiongkok untuk Somalia Qin Jian (覃儉) sempat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Yasin Hagi Mohamoud dan Presiden Muse Bihi Abdi, meminta Somaliland menghentikan kontak dengan Taiwan, tapi keduanya menegaskan, Somaliland menyambut semua negara, termasuk Tiongkok, untuk menjalin hubungan dengannya, tapi menolak menghentikan kerjasama dengan Taiwan.
Menurut juru bicara MOFA Joanne Ou (歐江安), Taiwan dan Somaliland akan meneruskan penjalinan hubungan melalui kerjasama bilateral dalam bidang kesehatan publik, sumber daya, pertambangan, pendidikan dan pertanian, berdasarkan kesamaan nilai kebeasan, demokrasi dan keadilan.
Terletak di Tanduk Afrika, Republik Somaliland memproklamirkan kemerdekaan pada 1991, ibukotanya adalah Hargesia, populasinya 3,9 juta jiwa, wilayahnya seluas 137.600 kilometer per segi, kira-kira 3,8 kali lipat lebih besar dari Taiwan, merupakan negara paling besar di dunia yang bukan anggota PBB, dan memiliki sumber alam perikanan, minyak mentah dan gas alam yang kaya.
Hubungan interaksi mulai terjalin antara Taiwan dan Somaliland pada 2009. Menteri Luar Negeri Somaliland pernah berkunjung ke Taiwan pada 26 Februari, bertemu dengan Presiden Tsai Ing-wen dan menandantangani persetujuan kerja sama dalam berbagai sektor.