(Taiwan, ROC) – Sehubungan dengan UU Lagu Nasional Hong Kong yang telah secara resmi diberlakukan beberapa hari sebelumnya, maka banyak pengusaha bidang perfilman yang mengkhawatirkan jika mereka telah melanggar peraturan. Sutradara Chen Yao-cheng yang memproduksi film “We have boots”, memutuskan untuk melakukan editing ulang dengan menarik bagian lagu nasional yang dinyanyikan oleh seniman asal Daratan Tiongkok, Huang Kuo-tsai, yang mana hal ini semakin menunjukkan jika hasil kreativitas seni Hong Kong juga mendapatkan pengaruh tekanan dari UU Lagu Nasional.
Film “We have boots” adalah sebuah film dokumenter yang menceritakan tentang aksi demo payung yang dilakukan oleh masyarakat Hong Kong dalam mempertahankan asas demokrasi mereka. Chen Yao-cheng membeberkan informasi kepada media AFP, bahwa pihak produser memberitahukan kepada dirinya jika di dalam film yang dibuat tersebut, mengandung lagu nasional, yang berkemungkinan akan dapat menuai masalah pelanggaran UU, sehingga dirinya segera menarik bagian tersebut dari film yang dirilis.
Chen Yao-cheng mengatakan, “Pihak produser film mendapatkan nasihat dari pakar hukum, untuk menarik bagian yang mengandung unsur lagu nasional”. Film ini sendiri telah ditayangkan perdana saat digelarnya International Film Festival Rotterdam, sehingga untuk pemutaran di Hong Kong sendiri, maka film akan direvisi.
Adapun bagian yang disebut melanggar UU adalah, pada saat Huang Kuo-tsai mempertontonkan adegan seni, dimana ia mengurung dirinya sendiri di sebuah sangkar emas, kemudian menggunakan akordeon untuk menyanyikan lagu “Barisan Para Sukarelawan”, yang disebut sebagai lagu nasional Daratan Tiongkok.
Dewan Legislatif Hong Kong pada tanggal 4 Juni meloloskan UU Lagu Nasional, dimana ada bagian pasal yang menyebutkan larangan tindakan pencemaran, penodaan atau perubahan pada Lagu Nasional Daratan Tiongkok, bagi yang melanggar dapat dikenakan sanksi penjara maksimal 3 tahun dan sanksi denda sebesar HK$ 50.000.
Pihak Daratan Tiongkok tengah mengusung UU Keamanan Nasional Khusus Hong Kong, mengfokuskan penanganan khusus kepada tindakan pemutar-balikkan kondisi, pemecah belah, paham terorisme dan sikap berkhianat dengan menggunakan kekuatan asing. Rapat Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional selanjutnya akan digelar pada tanggal 28 hingga 30 Juni, dan banyak pihak yang telah memprediksi jika UU Keamanan Nasional Hong Kong akan berkemungkinan diloloskan.
Chen Yao-cheng menjelaskan jika UU Keamanan Nasional Hong Kong diloloskan, maka film seperti “We have boots” apakah masih memiliki harapan untuk ditayangkan di Hong Kong atau tidak, karena di dalam film tersebut ada mengfilmkan beberapa aktivis terkenal Hong Kong.