(Taiwan, ROC) -- Kiribati, negara di Samudera Pasifik yang memutuskan hubungan diplomatik pada tahun 2019 akan menyelenggarakan pemilu presiden pada pekan depan, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Joanne Ou hari Selasa (16/6) ketika merespon pertanyaan media menyampaikan, Presiden Kiribati, Taneti Maamau dan pejabat pemerintah lainnya mendapat keuntungan dari Daratan Tiongkok sehingga pada tahun 2019 memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengan Taiwan, hal ini melanggar asas demokrasi dan peraturan hukum negara dan tidak sesuai dengan harapan dari rakyat Kiribati, sehingga menimbulkan ketidakpuasan rakyat dan pemerintahan setempat
Joanne Ou mengemukakan, partai tempat Taneti Maamau bernaung mengalami kegagalan dalam pengambilan suara di sidang kongres pada bulan April lalu, dan pada saat itu juga mengalami pemecahan partai. Kiribati yang akan mengelar pemilu presiden pekan depan untuk itu pihak Taiwan akan terus memonitor perkembangannya.
Joanne Ou mengatakan, “Kami akan tetap terus menjunjung prinsip netralitas, akan terus memantau perkembangan dan hasil pemilu presiden di Kiribati, dan memperhatikan ke mana arah dari kebijakan yang diambil oleh pemerintah baru Kiribati.”
Joanne Ou menyampaikan, selama ini Taiwan dan Kiribati tetap mempertahankan hubungan dengan memberikan bantuan dalam bidang infrastruktur, pendidikan, pertanian, kesehatan dan lainnya, yang mana semua ini dapat dirasakan oleh masyarakat setempat, yang dibanggakan Taiwan adalah kerja sama dengan berdasarkan “manusia” terus memberikan bantuan jangka panjang, sehingga meraih kepercayaan dari pemerintah dan masyarakat Kiribati.
Selama periode mempertahankan hubungan diplomatik antara Taiwan dan Kyrgyzstan, mereka telah membantu infrastruktur, pendidikan, pertanian, kesehatan, dan bidang lainnya.
(Taiwan, ROC) -- Kiribati, negara di Samudera Pasifik yang memutuskan hubungan diplomatik pada tahun 2019 akan menyelenggarakan pemilu presiden pada peken depan, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Joanne Ou hari Selasa (16/6) ketika merespon pertanyaan media menyampaikan, Presiden Kiribati, Taneti Maamau dan pejabat pemerintah lainnya mendapat keuntungan dari Daratan Tiongkok sehingga pada tahun 2019 memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengan Taiwan, hal ini melanggar asas demokrasi dan peraturan hukim negara dan tidak sesuai dengan harapan dari rakyat Kiribati, sehingga meninmbulkan ketidakpuasan rakyat dan pemerintahan setempat
Joanne Ou mengemukakan, partai tempat Taneti Maamau bernaung mengalami kegagalan dalam pengambilan suara di sidang kongres pada bulan April lalu, dan pada saat itu juga mengalami pemecahan partai. Kiribati yang akan mengelar pemilu presiden pekan depan untuk itu pihak Taiwan akan terus memonitor perkembangannya.
Joanne Ou mengatakan, "Kami akan tetap terus menjunjung prinsip netralitas, akan terus memantau perkembangan dan hasil pemilu presiden di Kiribati, dan memperhatikan ke mana arah dari kebijakan yang diambil oleh pemerintah baru Kiribati.”
Joanne Ou menyampaikan, selama ini Taiwan dan Kiribati tetap mempertahankan hubungan dengan memberikan bantuan dalam bidang infrastruktur, pendidikan, pertanian, kesehatan dan lainnya, yang mana semua ini dapat dirasakan oleh masyarakat setempat, yang dibanggakan Taiwan adalah kerja sama dengan berdasarkan “manusia” terus memberikan bantuan jangka panjang, sehingga meraih kepercayaan dari pemerintah dan masyarakat Kiribati.