(Taiwan, ROC) – Ketua Umum New Power Party, Hsu Yung-ming, pada hari Sabtu tanggal 23 Mei menyampaikan bahwa pihak Beijing memutar haluan kondisi hukum di Hong Kong dengan mengusung “Peraturan Keamanan Khusus Hong Kong”, dan hal ini menunjukkan sikap perusakkan terhadap janji untuk “Satu Negara Dua Sistem”, yang mana kelak ke depannya akan membuat kondisi tekanan politik di Hong Kong semakin brutal. Ia menegaskan bahwa pihak NPP akan terus menyuarakan Hong Kong dalam aksi dan tindakan nyata, tidak pernah akan absen.
Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional telah menetapkan rancangan “Peraturan Keamanan Khusus Hong Kong” di Beijing. Saat menghadiri rapat umum partai NPP, Hsu Yung-ming menjelaskan bahwa pihak Beijing sengaja memutar haluan posisi legislatif Hong Kong dengan mengusung “Peraturan Keamanan Khusus Hong Kong”, ini juga menunjukkan jika pihak Beijing mengoyak janjinya sendiri terkait penerapan “Satu Negara Dua Sistem”. Dengan demikian, pihak Beijing dapat langsung memberikan tekanan politik terhadap Hong Kong, baik dalam hal pengucapan, aksi dan tindakan yang brutal.
Ia menyebutkan jika Taiwan tidak boleh bersikap pasif atau tidak menanggapinya, karena ia merasakan jika hal tersebut adalah strategi yang dilakukan oleh Beijing usai pemilihan umum presiden digelar di Taiwan, yang juga sekaligus memberikan aroma “Ingin memberikan ancaman peringatan”, terlebih-lebih di saat tidak lagi mengungkit “Konsensus 92”, maka yang ada hanya akan ada “Satu Tiongkok”.
Hsu Yung-ming menjelaskan apakah peraturan terkait pengungsi akan dapat diloloskan atau tidak di dalam Yuan Legislatif, maka pihak partai NPP akan memberikan dukungan penuh kepada Hong Kong, termasuk permasalahan perpolitikan yang akan muncul di masa mendatang. Selain itu, komunitas sosial masyarakat juga sangat mempedulikan kondisi Hong Kong, dan partai NPP tidak pernah akan absen untuk pemberian dukungan kepada Hong Kong.