(Taiwan, ROC) Sidang Yuan Legislatif komite pertahanan nasional yang berlangsung pada hari Senin ini (18/5) mengundang Kemenhan untuk melaporkan situasi perkembangan Laut Tiongkok Selatan, Wakil Kepala Eksekutif Kemenhan, Hsu Yen-pu (徐衍璞) mengungkapkan, Laut Tiongkok Selatan termasuk dalam area kekuasaan Republik Tiongkok, maka berdasarkan hukum internasional dan hukum kelautan tanpa diragukan bahwa Republik Tiongkok berhak menikmati kepulauan di Laut Tiongkok Selatan dan perairan sekitarnya.
Media Jepang memberitakan pada militer Daratan Tiongkok bulan Agustus akan melakukan latihan militer besar di perairan Laut Tiongkok Selatan, sasaran berlokasi di kepulauan Pratas, Hsu Yen-pu merespons, oleh karena ini masih merupakan spekulasi dari pihak luar, Kemenhan tidak akan memberikan komentar, namun ditekankan Kemiliteran telah siap membela kepulauan Pratas, kepulauan Spratly dan tetap siaga tidak kendur.
Wakil Kepala Eksekutif Kemenhan, Hsu Yen-pu (徐衍璞) mengatakan, “Berkaitan dengan langkah persiapan yang dilakukan angkatan udara, pihak kami sudah mempersiapkan tindakan untuk menanggapi, karena melibatkan urusan kemiliteran, saat ini tidak tepat untuk dilaporkan lebih lanjut kepada anggota komite, namun tidak perlu kuatir, karena kami sudah merencanakan dengan matang.”
Hsu Yen-pu mengatakan, terhadap persoalan apapun kami tidak menggunakan ancaman militer, tidak bersikap memprovokasi, tidak akan kendur, pihaknya telah mempersiapkan tindakan penanganan. Hsu menekankan, militer memiliki kekuatan dan pelatihan yang kuat, yakin dan bertekad membela negara, meminta warga untuk percaya kepada Kemenhan.
Berkaitan dengan isu Daratan Tiongkok merancang zona identifikasi pertahanan udara di teritorial laut Tiongkok Selatan, Mayor Jenderal divisi perencanaan dan strategi perang Yeh Kuo-Huei (葉國輝) mengatakan, hingga saat ini kami belum mendapati ada rancangan zona identifikasi pertahanan udara dari Daratan Tiongkok, pihaknya akan terus memantau dengan ketat.