History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Tantangan Hubungan Lintas Selat, Cheng Wen-tsan: Membangun Dialog Kembali

  • 18 May, 2020
  • 鄭蕙玲
Tantangan Hubungan Lintas Selat, Cheng Wen-tsan: Membangun Dialog Kembali
Walikota Taoyuan Cheng Wen-tsan

(Taiwan, ROC) Walikota Taoyuan Cheng Wen-tsan menerima undangan di radio Asia FM 92.7, isi interview disiarkan pada hari Senin ini (18/5), membahas tentang hubungan lintas selat, Cheng Wen-tsan beranggapan tantangan dan hambatan dalam pembinaan hubungan lintas selat bukan konflik militer yang jelas namun bagaimana kedua belah pihak membangun dialog.

Cheng Wen-tsan anggota dari parpol DPP mengungkapkan, menjabat selama 6 tahun sebagai walikota Taoyuan, tidak bisa mengabaikan Daratan Tiongkok, namun juga pernah mendapat penolakan dari Hongkong, pada masa lalu Taoyuan bersama Daratan Tiongkok mengadakan simposium Taoyuan-Chungqing. Setelah ia menjabat, pemerintah Beijing meniadakan forum ini, Taoyuan dan Hongkong juga mengadakan Forum pertukaran Taoyuan-Hongkong, hanya sekali saja kemudian untuk yang ke-2 kalinya ditolak Hongkong.

Berkaitan dengan pembinaan hubungan lintas selat, Walkot Taoyuan Cheng Wen-tsan pernah menjabat sebagai Sekjen Yayasan Interaksi Antar Selat(SEF), jubir parpol DPP urusan Daratan Tiongkok, Ia mengatakan, Taiwan sangat mengharapkan adanya dialog damai, dan kesetaraan demokratis agar pembinaan hubungan lintas selat semakin stabil. Cheng Wen-tsan mengemukakan, isu penting ada di Beijing, pemerintah Beijing sulit menerima Taiwan dan Amerika berpegang pada nilai yang sama, bagi Beijing, Taiwan semakin menjauh dari Daratan Tiongkok, sehingga pemahaman mereka terhadap cara pandang masyarakat Taiwan cukup terbatas. Cheng Wen-tsan beranggapan cara terbaik adalah memulihkan kembali dialog antar selat, sementara ini Taiwan-Daratan Tiongkok tidak dapat menyatu karena nilai yang dipegang berbeda jauh, akan tetapi juga tidak berarti saling bermusuhan, masih banyak pertukaran perdagangan yang dapat berjalan, banyak perubahan yang perlu dilakukan namun lebih banyak perubahan yang perlu dilakukan Daratan Tiongkok daripada Taiwan.”

Komentar

Terbarumore