(Taiwan, ROC) --- Salah seorang Lektor Kepala di Chung Yuan Christian University (CYCU), dilaporkan oleh mahasiswa asing asal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) karena telah menyebut perkataan "Pneumonia Wuhan" di dalam kelas mereka. Lektor Kepala, Chao Ming-wei (招名威) pun telah dipanggil oleh pihak CYCU untuk meminta maaf, atas perbuatannya tersebut. Dewan Urusan Daratan Tiongkok (MAC) pada tanggal 11 Mei 2020 menyampaikan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan (MOE) dan akan mengadopsi kebijakan manajemen administrasi yang berlaku, guna menjaga kebebasan berpendapat dalam sektor akademisi.
MAC menekankan, Taiwan merupakan kawasan yang menjunjung tinggi nilai demokrasi, kebebasan, keragaman dan keterbukaan. Lingkungan akademisi Taiwan, juga telah menerapkan prinsip-prinsip tersebut di dalam lingkungan belajar mengajar mereka.
Anggota legislator dari Partai Progresif Demokratik (DPP), Ho Chih-wei (何志偉), menggelar jumpa pers pada tanggal 11 Mei 2020, menyampaikan bahwa seorang Lektor Kepala bernama Chao Ming-wei dituntut oleh mahasiswa asing asal RRT karena telah menyebutkan perkataan "Pneumonia Wuhan" dan "Saya adalah tenaga pengajar Republik Tiongkok". Pihak CYCU pun segera meminta sang Lektor Kepala untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka di dalam kelas yang diajarnya.
Menanggapi kejadian tersebut, MAC pada Senin malam menjawab media, pihaknya telah berkoordinasi dengan MOE, untuk mencari tahu fakta yang sebenarnya terjadi, dan akan mengadopsi langkah manajemen yang berlaku, guna menjaga nilai kebebasan di dunia akademisi.
MAC menyampaikan, kebebasan di dunia akademisi merupakan bagian vital dari politik yang demokratis. Kebebasan akademik sudah selayaknya dihormati dan dipertahankan. Ini adalah norma yang diakui secara konstitusional dan tidak dapat diganggu oleh alasan apa pun.