(ANTARA / RTI) – Kementerian Pertanian (Kementan) mendukung keterlibatan BUMN untuk memaksimalkan lahan rawa melalui program cetak sawah pertanian guna meningkatkan produksi dalam mengantisipasi kekeringan dan krisis pangan.
"Pemanfaatan lahan rawa untuk pertanian juga menjadi penting, dan kami optimistis kebijakan Bapak Presiden melibatkan lahan-lahan milik BUMN juga akan mendukung produksi," kata Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Kuntoro Boga Andri.
Kuntoro menjelaskan saat ini Kementan memaksimalkan anggaran yang ada untuk melakukan upaya antisipasi kekeringan dan rawan pangan selama 2020. Adanya pandemi COVID-19 yang meluas di seluruh negara, diprediksi FAO menjadi ancaman krisis pangan dunia.
Ketersediaan pangan, menurut dia, terus dilakukan dengan menjamin kebutuhan dasar petani terpenuhi. Kementan menjaga produksi melalui ketersediaan benih unggul, pupuk dan alsintan terjaga dengan baik. Insentif bagi petani yang diterbitkan selama masa pandemi diharapkan menjaga semangat untuk bertani.
Perluasan areal tanam dan ekstensifikasi pertanian juga akan terus dilakukan, dan memaksimalkan produksi dengan eksisting lahan yang ada. Maka, intervensi teknologi pertanian dan peran penyuluh diperkuat.
Sebelumnya, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Sarwo Edhy menjelaskan bahwa Kementan akan bekerja sama dengan BUMN untuk menggarap lahan rawa gambut menjadi sawah dengan data kehutanan sosial dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Sarwo Edhy menjelaskan bahwa lahan gambut seluas 200.000 hektare yang akan digarap menjadi lahan sawah dilakukan dengan pembiayaan sepenuhnya dari BUMN. Sementara itu, Kementerian Pertanian akan melakukan bimbingan dan pembinaan teknis.
Seperti diketahui, lahan gambut memerlukan penanganan khusus, seperti pemberian dolomit untuk menetralkan asam pada tanah sebelum bisa ditanami.
Sementara itu, PT Pupuk Indonesia (Persero) selaku BUMN produsen pupuk, menyatakan kesiapannya terhadap pasokan pupuk, terutama pupuk urea, yang dibutuhkan dalam meningkatkan produktivitas tanaman.
Kepala Komunikasi Korporat PT Pupuk Indonesia Wijaya Laksana menjelaskan bahwa dari segi kapasitas produksi, perseroan sanggup memenuhi untuk kebutuhan pupuk yang dibutuhkan pada program cetak sawah baru.