(Taiwan, ROC) --- Di tengah kecamuk pandemi COVID-19, Taiwan pun telah mengulurkan bantuan kepada komunitas dunia yang terdampak parah. Maskapai penerbangan China Airlines yang mengangkut bantuan tersebut pun kembali menjadi perbincangan dunia, karena kata “China” yang tersemat di dalamnya. Hal ini juga telah membuat para warganet beramai-ramai mengumpulkan petisi menandatangani perubahan nama maskapai penerbangan nasional Taiwan ini.
Perubahan nama yang didengungkan saat ini tentu tidak semudah yang dibayangkan, banyak persoalan yang harus diselesaikan, misal dengan biaya anggaran yang harus dikeluarkan, isu lintas selatan dan dampaknya terhadap jalur penerbangan dunia. Pada tanggal 16 April 2020, Menteri Perhubungan Taiwan (MOTC), Lin Chia-lung (林佳龍) pun telah melakukan penelitian relevan. Menanggapi hal ini, Wakil Menteri Perhubungan yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Penerbangan, Wang Kwo-tsai (王國材), hadir dalam rapat interpelasi di Yuan Legislatif mengemukakan, bahwa pihaknya telah mengadakan pertemuan dengan maskapai China Airlines. Pada prinsipnya, perubahan gambar pada badan pesawat akan dilakukan bersamaan saat mengganti pesawat baru. Di samping itu, perubahan tersebut juga masih membutuhkan pembahasan lebih lanjut, karena mempertimbangkan isu lintas selat, sehingga membutuhkan sekitar satu tahun untuk menyelesaikannya.
Wang Kwo-tsai mengatakan, “China Airlines membutuhkan waktu setahun, atau dengan kata lain menunggu mengganti unit pesawat baru. Namun demikian, kami berharap bahwa hal tersebut dapat berjalan lebih cepat. Yang terpenting adalah unsur yang paling mewakili Taiwan dan hal tersebut membutuhkan waktu untuk mendesain, misal dengan langsung menulis kata Taiwan atau elemen yang mewakili Taiwan. Yang terpenting adalah, saat ini telah ada beberapa konsensus. Masyarakat luas pun mencemaskan akan kemungkinan terjadinya kekeliruan saat pesawat China Airlines membawa produk sumbangan ke luar negeri. Di samping itu, masih ada isu lintas selat, yang juga harus dibahas. Sehingga masa penyelesaiannya membutuhkan periode selama 1 tahun.”
Wang Kwo-tsai menyampaikan, pihak maskapai China Airlines akan membahas bagaimana memperkuat elemen dan unsur yang paling mewakili Taiwan. Setelahnya, akan segera diajukan kepada Asosiasi Penerbangan Nasional untuk selanjutnya dilakukan pembahasan.
Di samping itu, per bulan Mei mendatang, China Airlines akan mulai melakukan penyesuaian pemberian gaji. Untuk gaji posisi ketua di tingkat pertama, akan dikurangi 25%. Sedangkan gaji posisi ketua di tingkat kedua dan ketiga, akan dikurangi sebanyak 20%. Dan untuk karyawan biasa, pemberian gaji juga akan dikurangi sebesar 15%. Berita penyesuaian gaji tersebut pun mendatangkan suara pro dan kontra di tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang bekerja di kargo pesawat. Menanggapi hal tersebut, Wang Kwo-tsai menjawab, Menteri Perhubungan telah meloloskan rencana anggaran sebesar NT$ 50 miliar, tetapi dengan syarat yang meminta pihak maskapai untuk melakukan penghematan biaya pengeluaran.