(Taiwan, ROC) Daratan Tiongkok melepas kapal induk Liaoning (CV-16) pada tanggal 12 April di perairan Timur Taiwan berlayar ke arah Selatan, menurut informasi Aircraft Spots, pesawat pengintai RC-135W, pesawat patroli maritime P-3C pada hari Senin ini (13/4) mengikuti sepanjang perairan di kawasan Selatan Taiwan, ini adalah ke-sepuluh kalinya pesawat militer AS muncul di perairan Taiwan dalam kurun waktu 3 minggu.
Pandemi COVID-19 tengah melanda dunia, namun militer Daratan Tiongkok tetap aktif menjalani pelatihan kapalnya. Kemenhan pada tanggal 12 April mengklarifikasi, kapal induk Liaoning dan 5 kapal pergata pada awal bulan April menjalani latihan militer di laut Kuning dan Laut Tiongkok Selatan, pada tanggal 11 April Laut Timur memasuki selat Miyako, kemudian pada tanggal 12 April berlayar di perairan Timur Taiwan mengarah ke Selatan, perkembangan pelatihan militer ini mendapat pantauan dari Kemenhan.
Jubir Kemenhan (MND) Shih Shun-wen (史順文) menyampaikan, berkaitan dengan pergerakan di sekitar perairan Taiwan, pelatihan militer Daratan Tiongkok mendapat pantauan dari kemiliteran Taiwan.
Menurut informasi yang diungkapkan secara terbuka oleh Kemenhan, semenjak 25 Maret hingga hari ini, pesawat terbang pihak militer AS terbang melintasi untuk ke-10 kalinya dalam kurun waktu kurang dari 3 minggu.
Yang pertama adalah pada tanggal 25 Maret pesawat pengintai Lockheed EP-3; kedua pada tanggal 26 Maret diantaranya pesawat pengebom strategis Boeing B-52 Stratofortress diluncurkan; Boeing KC-135 Stratotanker; ketiga pada tanggal 27 Maret Boeing B-52 Stratofortress dan pesawat pengintai RC-135U; keempat pada tanggal 31 Maret pesawat patroli P-3 Orion; kelima pada tanggal 8 April pesawat pengintai RC-135U; keenam pada tanggal 10 April pesawat pengintai RC-135U; ketujuh pada tanggal 11 April pesawat patroli P-3 Orion; kedelapan pesawat patroli P-3 Orion; kesembilan pada tanggal 13 Maret pesawat pengintai RC-135W; dan yang kesepuluh adalah pada tanggal 13 Maret pesawat patroli P-3 Orion.
Ketua Institusi Pertahanan Nasional dan Riset Keamanan, Su Tzu-yun(蘇紫雲) kemarin (12/4) menyampaikan, 6 hari yang lalu Kementerian Pertahanan Jepang mengumumkan bahwa dua kapal patroli Rusia melintasi Selat Tsushima kemudian berlayar melalui perairan timur Taiwan; sementara kapal induk Liaoning milik Daratan Tiongkok juga melintasi perairan Timur Taiwan, diprakirakan area latihan militer adalah laut Filipina, atau ada kemungkinan terkoneksi dengan militer Rusia.
Su Tzu-yun beranggapan, Laut Filipina menjadi medan peperangan AS dan Daratan Tiongkok, laut Filipina menjadi tempat peluncuran rudal kapal selam Daratan Tiongkok, dikarenakan tidak dapat menyerang AS secara langsung dan harus melalui selat Bashi baru sampai ke laut Filipina, “Maka dari itu belakangan ini terlihat banyak pesawat militer AS yang melintasi selat Bashi, yang bertujuan mengintai pergerakan kapal selam Daratan Tiongkok.”