(Taiwan, ROC) -- Epidemi COVID-19 telah merebak ke seluruh dunia, ada legislator yang menaruh perhatian kapan pemerintah Taiwan mengumumkan pemberlakuan larangan masuk bagi warga asing. Terkait hal ini Perdana Menteri Su Tseng-chang hari Selasa (17/3) menyampaikan, langkah mengantisipasi akan disesuaikan dengan keperluan pencegahan epidemi, serta senantiasa memantau situasi epidemi dari masing-masing negara, jauh lebih penting dari instansi dan kementerian. Ketua Pusat Komando Epidemi (CECC), Chen Shih-chung mengatakan, “Sudah kurang lebih”, akan berdasarkan kebutuhan epidemi, akan segera mengumumkan langkah-langkah terkait.
Virus corona atau disebut dengan COVID-19 yang merebak luas secara global, banyak negara yang telah memberlakukan batasan masuk, Legislator partai oposisi Kuomintang, Liao Kuo-tung (廖國棟) dalam rapat interpelasi di Yuan Legislatif juga memprihatinkan kapan Taiwan mengumumkan larangan bagi warga asing masuk ke Taiwan, sedangkan Malaysia, Kanada dan negara-negara lainnya telah memberlakukan larangan masuk.
Terkait hal ini, Perdana Menteri Su Tseng-chang saat diinterpelasi mengemukakan, jauh lebih penting dari kebutuhan instansi dan kementerian. Su Tseng-chang mengatakan, “Pada dasarkan menyesuaikan dengan kebutuhan epidemi, pakar-pakar kami akan menilik berdasarkan situasi masing-masing negara, untuk itu sampai di mana perkembangan epidemi, langkah yang kami ambil jauh lebih penting dari instansi dan kementerian, sewaktu-waktu akan diumumkan.”
Ketua CECC yang sekaligus adalah Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan, Chen Shih-chung juga mengemukakan, berdasarkan kebutuhan pencegahan epidemi dan akan mengumumkan langkah kebijakan, saat ini telah mengumumkan mereka yang masuk dari kawasan level ke-3 harus melakukan karantina ruma selama 14 hari, warga asing yang masuk dari kawasan tersebut harus menanggung sendiri semua biayanya. Ketika ditanya lebih lanjut apakah sekarang ini sudah waktunya untuk memberikan larangan? Chen Shih-chung menyampaikan “hampir”. Chen Shih-chung mengatakan, “Sudah hampir! apakah kami akan sewaktu-waktu diumumkan? ini masih memerlukan banyak pertimbangan.”
Selain itu, legislator partai berkuasa, partai DPP, Qiu Zhi-wei (邱志偉) juga memprihatinkan memuncaknya epidemi di Amerika Serikat, saat ini ada 50 negara bagian di Amerika Serikat yang memasuki situasi darurat, tetapi Taiwan hanya meningkatkan level peringatan epidemi ke level 2 untuk yaitu Washington DC, New York dan California, sementara yang lainnya hanya level 1, warga yang pulang dari Amerika Serikat hanya perlu melakukan swa-kontrol kesehatan sendiri, dalam seminggu masih ada 45 jadwal penerbangan antara Taiwan dan Amerika Serikat, ada sekitar 13.500 orang yang keluar masuk, dikhawatirkan ini akan menjadi celah kebocoran pencegahan epidemi. Chen Shih-chung mengemukakan, akan berdasarkan epidemi, sudah membahas dengan tim pakar, apabila situasi parah, tetapi harus menilik berdasarkan data informasi internasional dan para pakar epidemi baru kemudian menetapkan langkah yang diambil.