History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Larangan Wisata Keluar Negeri Bagi Guru dan Siswa, PM Su Tseng-chang: Telah Berdasar pada Ketentuan yang Ada

  • 17 March, 2020
  • 尤繼富
Larangan Wisata Keluar Negeri Bagi Guru dan Siswa, PM Su Tseng-chang: Telah Berdasar pada Ketentuan yang Ada
Larangan Wisata Keluar Negeri Bagi Guru dan Siswa, PM Su Tseng-chang: Telah Berdasar pada Ketentuan yang Ada

(Taiwan, ROC) --- Pandemi COVID-19 diberitakan telah menyebar hingga ke sektor pendidikan di Taiwan, menyebabkan salah satu kelas di Sekolah Menengah Atas (SMA) terpaksa diliburkan, dikarenakan ada pihak yang positif terinfeksi wabah tersebut. Pada tanggal 16 Maret 2020, Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) menyampaikan, Yuan Eksekutif telah memutuskan untuk melarang tenaga pengajar dan murid untuk bepergian keluar negeri hingga akhir semester ini. Larangan ini berlaku bagi sektor pendidikan di jenjang SMA ke bawah. Hari ini, Perdana Menteri Taiwan, Su Tseng-chang (蘇貞昌) menyampaikan, keputusan yang dibuat telah berdasar atas ketentuan yang berlaku. Beliau mengharapkan seluruh warga dapat bekerja sama, guna melindungi Taiwan dari penyebaran COVID-19.

Saat ini, telah ada siswa SMA di Taiwan yang didiagnosis positif terinfeksi COVID-19, yang akhirnya harus menangguhkan kegiatan belajar di kelas di mana sang siswa tersebut berada. Menanggapi hal tersebut, Yuan Eksekutif pada tanggal 16 Maret 2020 mengeluarkan keputusan untuk melarang guru dan siswa bepergian keluar negeri hingga semester ini berakhir.  Larangan ini berlaku bagi institusi pendidikan dengan jenjang SMA ke bawah.

Pada tanggal 17 Maret 2020, saat menerima wawancara PM Su Tseng-chang menyampaikan, larangan yang diterbitkan oleh Yuan Eksekutif telah berdasar atas resolusi yang dikeluarkan para ahli CECC, dengan tujuan untuk mengurangi penyebaran COVID-19. Beliau juga mengimbau kepada seluruh khalayak luas untuk menaati aturan ini, dan menangguhkan rencana perjalanan keluar negeri untuk beberapa periode waktu ke depan.

Su Tseng-chang mengatakan, "Larangan tersebut telah berdasar pada pasal 7 "UU Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular". Pasal tersebut dengan jelas mengatur tindakan dan perilaku manusia, untuk mengurangi penyebaran wabah penyakit. Dalam peraturan khusus pasal 7 yang baru disahkan tersebut, juga tertera langkah-langkah yang harus ditetapkan oleh Komando CECC. Semuanya ini telah berdasar pada ketentuan yang berlaku. Ini juga demi kesehatan kita bersama. Saya harap masyarakat luas dapat mematuhinya."

Su Tseng-chang melanjutkan, larangan tersebut juga mengatur pemberlakuan batasan dan penerapan mekanisme kompensasi yang relevan. Sebelumnya, juga telah resmi diumumkan oleh pihak CECC.

Guna mencegah masuknya wabah COVID-19 dari wilayah luar Taiwan, beberapa pakar medis kesehatan juga menyarankan untuk memberlakukan larangan penerbangan bagi jalur Benua Eropa. Menanggap hal tersebut, Su Tseng-chang melanjutkan, Taiwan harus terus berkomunikasi dengan komunitas global. Meski saat ini telah ada banyak negara yang memberlakukan isolasi (lockdown), tetapi perubahan epidemi yang terjadi di Taiwan masih terbilang sangat kondusif.

Su Tseng-chang mengatakan, "Meskipun Taiwan belum memberlakukan larangan "lockdown", tetapi kami tetap akan mengumumkan larangan bepergian ke beberapa tempat, dengan harapan para warga dapat melindungi diri sendiri dan masyarakat negara ini",.

Selain itu, perihal penerapan sistem penjualan masker mulut 2.0, PM menyampaikan, meski di hari pertama peluncurannya muncul banyak masalah teknis, tetapi kini telah membaik. Jumlah warga yang menggunakan mekanisme ini juga tidak melebihi dari target semula, sehingga volume produksi masih dapat memasok kebutuhan yang ada. Saat ini, jumlah pasokan masker mulut masih berada di level yang cukup, sehingga tidak perlu menerapkan sistem undi.

Komentar

Terbarumore