(Taiwan, ROC) Wabah COVID-19, Taiwan dihebohkan dengan kasus terinfeksi perdana di rumah sakit, maka semakin banyak kegiatan skala besar yang ditunda atau dibatalkan; partai Kuomintang pada tanggal 7 Maret mendatang akan menggelar pemilihan ulangan untuk ketua partai, masyarakat luar menyoroti apakah pemilihan ini juga akan ditunda?
Sekjen partai KMT Tseng Ming-chung(曾銘宗) pada hari Senin ini (2/3) menyampaikan, banyak hal yang terlibat jika pemilihan ulangan ini tertunda, namun hingga saat ini pihaknya terus memonitor situasi perkembangan epidemi, mempertimbangan tindakan pencegahan sebagai hal yang diprioritaskan, jika pihak pemerintah mengeluarkan kebijakan utama, maka pihaknya akan menghormatinya.
Tseng Ming-chung mengatakan, “ Kami setiap saat memonitor, misalkan wabah ini semakin parah, kami berkemungkinan mengatur penundaan, namun saat ini sekolah telah beraktivitas, Yuan Legislatif telah menggelar rapat, misalkan pemerintah mengeluarkan kebijakan utama, pihak kami akan menghormati, akan tetapi poin ini terus kami pantau. Perlu tidaknya dilakukan penundaan, dikarenakan hal-hal yang terlibat sangat luas, namun kami tekankan adalah yang diutamakan adalah tindakan pencegahan yang maksimal.”
Tseng Ming-chung mengatakan, rencana pencegahan ditetapkan secara optimal oleh pemerintah pusat, pada hari tersebut akan melakukan pensterilan di lokasi pemungutan suara, pukul 8.00 pagi hingga 4.00 sore dilakukan pemungutan suara, di selang waktu tersebut akan dilakukan pensterilan berkala, serta sirkulasi udara dalam ruangan pemungutan suara tetap dijaga; petugas wajib mengenakan masker mulut, dan mengimbau anggota parpol yang akan memberikan suara juga mengenakan masker mulut.
Selain itu, pemilihan ketua partai ulangan untuk tempat pemungutan suara berkurang sebanyak lebih dari 200 TPS, semula pusat merencanakan akan mempersiapkan mobil antar jemput anggota partai; namun Tseng Ming-chung mengatakan, saat rapat kelompok peninjau, perwakilan dari kedua kandidat menyatakan tidak setuju dan beranggapan kondisi demikian adalah ruangan tertutup tidak kondusif dalam situasi pencegahan epidemi maka tidak mengadopsi mobil antar jemput.