(Taiwan, ROC) -- Amerika Serikat mengutus pesawat untuk mengevakuasi warganya dari kapal pesiar Diamond Princess, dunia luar menaruh perhatian pada Taiwan apakah juga akan melakukan penarikan pulang warganya. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Joanne Ou hari ini (18/2) pagi menyampaikan, pemerintah akan dengan agresif terus membicarakan masalah pencarteran pesawat dengan pihak Jepang dan juga terus berkomunikasi dengan pihak perusahaan kapal pesiar, tetapi berhubung dasar dari hubungan bilateral antar Taiwan dan Jepang adalah saling percaya, dalam proses pertukaran ini tidak dapat memberikan penjelasan pada publik.
Joanne Ou mengemukakan, Kementerian Luar Negeri terus memantau warga Taiwan dan kru kapal pesiar, serta berharap dapat mengangkut pulang warga Taiwan dengan pesawat carteran, mengenai apakah warga Taiwan yang dipastikan terinfeksi juga akan dijemput pulang, hal ini juga tengah dibahas dengan pihak Jepang.
Joanne Ou mengatakan, “Banyak masalah teknik yang tengah dibahas antara kedua belah pihak, untuk itu sebelum mendapat kepastian dari kedua belah pihak kami tidak dapat membocorkan keluar.”
Joanne Ou menyampaikan, untuk menjaga warga Taiwan yang berada di kapal pesiar Diamond Princess, bahkan ada pegawai kantor perwakilan Taiwan untuk Jepang yang turut LINE grup sehingga dapat memantau situasi dan memberikan bantuan yang dibutuhkan warga Taiwan.
Virus Korona terus merebak di atas kapal Diamond Princess yang berlabuh di Yokohama, setelah Amerika Serikat mengutus pesawat untuk mengevakuasi warganya, Pusat Komando Epidemi pada tanggal 17 Februari malam mengumumkan, pihak Taiwan telah mengajukan permohonan untuk mengutus pesawat berharap dapat membawa warga Taiwan pulang dari Jepang.
Kepala Pusat Komando Epidemi yaitu Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan, Chen Shih-chung beberapa hari lalu menyampaikan, telah menegosiasikan pada pihak Jepang untuk mengutus pesawat dari perusahaan penerbangan milik Taiwan, China Airlines dengan sistem pesawat carteran untuk menjemput warga Taiwan kembali pulang, kemarin (17/2) malam ia juga lebih lanjut menyampaikan, telah mengajukan ijin penerbangan pada pihak Jepang.