(Taiwan, ROC) Daratan Tiongkok mengutus pesawat militer Shenyang J-11, Shaanxi KJ-500, Xian H-6 dan pesawat tempur jenis lainnya menjalani latihan militer mengitari Taiwan. Media memberitakan pada hari Senin ini (10/2) divisi pengintaian mendapati pada tanggal 9 Februari pesawat tempur Daratan Tiongkok menjalani latihan militer di perairan lepas dan melintasi selat Bashi. Terhadap hal ini Kementerian Pertahanan menyampaikan, telah memantau situasi perkembangannya. Presiden Tsai Ing-wen saat menghadiri acara dan mengatakan, pesawat Daratan Tiongkok ketika mengitari Taiwan dipantau oleh pesawat tempur F-16 Fighting Falcon milik Taiwan, kondisi ini akan terus dimonitor militer, memantau kondisi keamanan selat Taiwan dan saat bersamaan akan terus meningkatkan kestabilan nasional dan bekerjasama dengan negara lain, meminta agar masyarakat Taiwan tidak perlu merasa kuatir.
Presiden Tsai Ing-wen mengemukakan, saat ini semestinya Daratan Tiongkok mengutamakan pengendalian epidemi, menjalani latihan militer di masa ini sangat tidak berarti dan bukan hal yang wajib.
Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Saya berpikir bahwa epidemi Daratan Tiongkok menjadi perhatian bagi masyarakat dunia, sebetulnya banyak hal yang perlu mereka kerjakan, maka saya merasa jika pada saat ini menjalankan latihan militer benar-benar tidak ada artinya, bukan hal yang wajib. Saat ini, saya sampaikan kepada Daratan Tiongkok, yang terpenting adalah segera mengendalikan epidemi ini agar seluruh kawasan dan dunia yang sedang panik dengan kondisi epidemi dapat teratasi.”
Media pada hari ini memberitakan, unit pengintaian militer mendapati pada tanggal 9 Februari militer Daratan Tiongkok menjalankan latihan militer di perairan laut lepas, melintasi selat Bashi maka dari itu angkatan udara Taiwan melakukan patroli udara dengan intensif di wilayah udara bagian Selatan, pesawat patroli keamanan darat juga dimobilisasikan untuk memantau keamanan wilayah udara Taiwan.
Berkaitan dengan pemberitaan, Juru Bicara Kemenhan Shih Shun-wen (史順文) menyampaikan, militer telah memantau kondisi perkembangannya dan mengharapkan warga tenang tidak perlu merasa kuatir.
Pers rilis yang dikeluarkan Kemenhan pada tanggal 9 Februari bahwa pesawat tempur Daratan Tiongkok Shenyang J-11, Shaanxi KJ-500, Xian H-6 pada tanggal 9 Februari 2020 pukul 11 pagi melintasi selat bashi memasuki samudra Pasifik Barat dan selat Miyako kembali ke pangkalannya, pada masa tersebut dengan sigap tim pengintai udara dan angkatan udara Taiwan melakukan pemantauan dan pesawat F-16 dilengkapi dengan amunisi dimobilisasikan untuk menjaga keamanan teritorial.
Kemenhan menekankan, menghadapi beragam ancaman dari musuh, militer berkemampuan untuk memantau dan menjalankan tugas pertahanan semaksimal mungkin, mengimbau agar warga Taiwan tidak kuatir.
Sementara mengenai pesawat carteran tahap II untuk penjemputan warga Taiwan yang ada di Daratan Tiongkok, Presiden mengatakan masih dalam tahap komunikasi, Beliau menekankan pihaknya tetap berpegang pada konsep dan niat awal yakni akan mendahulukan yeng berkondisi lemah dan melakukan pemeriksaan dan karantina agar sistem pencegahan virus ini dapat berjalan maksimal, kesehatan masyarakat dapat terjamin dan pemerintah akan tetap berpegang pada konsep ini, terus melakukan komunikasi dengan Daratan Tiongkok, mengharapkan dapat segera menggapai kesepakatan.