(Taiwan, ROC) --- Pada tanggal 20 Januari 2020, Presiden Tsai Ing-wen hadir dalam sebuah wawancara di stasiun televisi ERA TV. Dalam wawancara tersebut, Kepala Negara ditanya pendapatnya perihal Partai Kuomintang yang kalah telak dalam pemilu lalu. Presiden Tsai Ing-wen mengemukakan, politik suatu negara merupakan hal yang dinamis. Kegagalan yang dialami oleh Partai KMT bukanlah akhir dari segalanya. Ini merupakan waktu yang tepat bagi Partai KMT untuk melakukan reformasi dan mengumpulkan kekuatan rakyat untuk menstabilkan internal partai.
Dalam sebuah wawancara eksklusif yang disiarkan pada tanggal 20 Januari 2020 semalam, Presiden Tsai Ing-wen memberikan pendapatnya perihal kegagalan Partai KMT dalam pemilu lalu.
Kepala Negara menambahkan, sekarang bukan saat yang tepat untuk mencari penyebab gagalnya pemilu 2020 kemarin. Hal ini tentu membutuhkan waktu yang panjang, untuk mengumpulkan informasi yang relevan. Beliau menambahkan kalah dalam pemilu bukanlah akhir dari segalanya.
Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, "Politik merupakan hal yang sangat dinamis. Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, begitu juga dengan kemenangan. Oleh karena itu, ketika Anda kalah, itu hanya terlihat di bagian luarnya saja. Sebenarnya, ini adalah kesempatan emas bagi Anda untuk berpikir matang-matang. Anda harus mulai mengevaluasi, hal-hal apa yang kurang atau belum Anda kerjakan sepenuhnya. Ketika terpuruk, Anda akan dipaksa untuk melakukan hal yang tidak ingin Anda lakukan, atau bahkan ingin lari dari keadaan".
Akhir-akhir ini Organisasi Non Pemerintah (NGO) berkumpul dan menyuarakan petisi untuk melengserkan Walikota Han Kuo-yu. Dalam wawancara tersebut Presiden Tsai Ing-wen menyampaikan, upaya untuk melengserkan Han Kuo-yu merupakan suara dan hak warga Kaohsiung, Partai Demokratik Progresif (DPP) tidak akan mencampuri urusan tersebut. Kepala Negara menambahkan, tindak tanduk Han Kuo-yu menjadi kunci penting bagi warga setempat untuk menerima kembali keberadaan sang Walikota tersebut.