History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

James Soong: RRT Harus Menyelesaikan Permasalahan Internal Mereka Terlebih Dahulu

  • 17 December, 2019
  • 尤繼富
James Soong: RRT Harus Menyelesaikan Permasalahan Internal Mereka Terlebih Dahulu
James Soong: RRT Harus Menyelesaikan Permasalahan Internal Mereka Terlebih Dahulu

(Taiwan, ROC) --- Beberapa hari lalu, Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) diketahui berkolaborasi dengan salah satu youtuber Taiwan, Potter King (波特王). Video yang telah dirilis oleh youtuber tersebut, berhasil ditonton oleh jutaan warga. Dalam akun facebook-nya Potter Wang mengemukakan, pihak Republik Rakyat Tiongkok (RRT) memintanya untuk tidak menampilkan sosok presiden dalam konten videonya. Youtuber yang juga memiliki jutaan penggemar dalam akun Sina Weibo tersebut, diminta untuk segera mengganti kata sandi akun pribadinya.

Pada tanggal 16 Desember 2019, kandidat presiden James Soong (宋楚瑜) hadir dalam sebuah wawancara. Ketika ditanya pendapatnya, James Soong menjawab bahwa dirinya tidak terlalu mengenal sosok Potter King. Namun, Presiden Xi Jin-ping pernah mengatakan mekanisme politik dan sosial dari kedua belah pihak jelas berbeda. Sangat jelas terlihat, reaksi RRT yang terlalu terburu-buru tentu tidak menghargai instruksi penguasa mereka. Secara tidak langsung juga tidak menghargai Taiwan.

Ia melanjutkan sebutan Presiden, memperlihatkan sistim perpolitikan Taiwan yang demokratis. Sedangkan RRT yang tidak memiliki sistim demokrasi akan berbeda. Permasalahan antar selat merupakan isu yang harus diselesaikan oleh kedua belah pihak.

Lelaki yang juga dikenal dengan nama Song Chu-yu tersebut menekankan banyak artis atau pekerja seni berbakat Taiwan yang memiliki prestasi luar biasa di RRT. Presiden Xi Jin-ping pernah menyampaikan dirinya menghargai perbedaan antar selat. Namun demikian, masih terdapat beberapa pihak yang tidak patuh dengan peraturan yang ada di RRT. Otoritas Beijing seharusnya mengatur permasalahan internal mereka lebih dahulu. Dengan demikian komunikasi antar selat dapat lebih kondusif.

James Soong melanjutkan kedua pihak, baik Taiwan maupun RRT, harus kembali duduk dan membahas dengan kepala dingin. Ia juga menekankan bahwa selama 4 tahun ke depan, Taiwan tidak mungkin mendeklarasikan kemerdekaan. Kondisi antar selat juga tidak mungkin dapat langsung bersatu. Kedua belah pihak harus memulai komunikasi dengan membahas persoalan yang mendasar.

Selain itu, pada tanggal 14 Desember 2019, Wakil Menteri Luar Negeri Taiwan (MOFA), Chen Tsung-yen (陳宗彥), mengatakan bahwa pemungutan suara untuk parpol yang lebih kecil, akan terbilang sia-sia. Ia juga mengimbau kepada Keluarga Imigran Baru, untuk memilih parpol DPP (Democratic Progressive Party) dan Presiden Tsai Ing-wen. Jika tidak, maka lebih baik membatalkan surat suara mereka. Menanggapi pernyataan Wakil MOFA, James Soong mengemukakan hal tersebut sangat tidak berkompeten dan mempermalukan sisi demokrasi Taiwan.

Komentar

Terbarumore