History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Insiden Formosa Genap 40 Tahun, William Lai: Jangan Sampai Terulang Kembali

  • 09 December, 2019
  • 尤繼富
Insiden Formosa Genap 40 Tahun, William Lai: Jangan Sampai Terulang Kembali
Insiden Formosa Genap 40 Tahun, William Lai: Jangan Sampai Terulang Kembali

(Taiwan, ROC) --- Insiden Formosa tahun ini genap 40 tahun. Pada tanggal 9 Desember 2019, Partai Progresif Demokratik (DPP) menggelar upacara peringatan di Grand Hotel Taipei. Mantan Perdana Menteri, William Lai (賴清德) dalam pidatonya menyampaikan setelah insiden 228 meledak, Taiwan harus kembali mengalami masa Teror Putih, yang mana telah menewaskan banyak korban jiwa. Pada tanggal 10 Desember 1972, pejuang-pejuang Taiwan berkumpul di Kaohsiung, serta memperjuangkan nilai demokrasi, kebebasan dan Hak Asasi Manusia. Selain itu, mereka juga meminta pemerintah untuk mencabut larangan darurat militer. Pemerintah Kuomintang (KMT) yang berkuasa di kala itu, menangkap 8 pejuang, yang akhirnya diadili secara militer. 8 pejuang tersebut ditemani oleh 15 pengacara andal yang bersedia memperjuangkan kebenaran di Bumi Formosa. Peristiwa ini merupakan cerminan dari semangat persatuan warga Taiwan, dan telah mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat Bumi Formosa.

William Lai menambahkan para pejuang dan pengacara dari Insiden Formosa ini telah memiliki karier masing-masing. Hari ini, roda pemerintahan Taiwan tengah dipegang oleh Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文), yang terus memperjuangkan keadilan transisi. Di bawah pemerintahan Partai Progresif Demokratik (DPP), juga telah dibentuk komite, yang telah mencabut 5.837 putusan bersalah. Selain itu, sebuah Museum Nasional Hak Asasi Manusia juga telah didirikan.

William Lai melanjutkan bahwa perjuangan ini harus terus berlanjut, hingga ke generasi 40 tahun berikutnya. Generasi mendatang harus berterima kasih atas perjuangan dari para pemberani terdahulu dan memperjuangkan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

William Lai mengatakan, "Nilai demokrasi yang kita perjuangkan bersama ini, harus kita hargai. Terutama di tengah tekanan dari Daratan Tiongkok dan insiden Hong Kong yang kian memprihatinkan. Kita harus semakin bersatu melindungi kedaulatan dan demokrasi yang sudah ada. Jangan sampai peristiwa-peristiwa memilukan; seperti Insiden Formosa, Insiden 228 dan Teror Putih kembali terulang di Taiwan".

Sala satu korban dari Insiden Formosa, yang saat ini menjabat sebagai Sekjen Istana Kepresidenan, Chen Chu (陳菊) juga hadir dalam upacara peringatan hari ini. Dalam pidatonya, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pengacara yang telah berjuang di kala itu. Chen Chu mengungkapkan rasa harunya terhadap perjuangan Ketua Presbyterian Church in Taiwan Kao Chun-ming (高俊明) dan Huang Chao-hui (黃昭輝). Ia kembali menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh warga Taiwan yang masih mengingat pahitnya kejadian di kala tersebut. Insiden Formosa merupakan awal dari perjuangan, Taiwan akan menghadapi lebih banyak tantangan di masa mendatang.

Salah seorang korban politik dari Insiden Formosa, Yao Chia-wen (姚嘉文) mengatakan bahwa di kala tersebut mereka memperjuangkan 3 tuntutan; yakni mencabut darurat militer, pemilihan ulang kongres dan revisi terhadap konstitusi. Yao Chia-wen menambahkan masyarakat Taiwan telah membayar mahal untuk sebuah nilai demokrasi. Perjuangan serupa juga tengah terjadi di Hong Kong, dengan skala dan waktu yang hampir sama dengan Insiden Formosa di tahun 1972.

Komentar

Terbarumore