History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Han Kuo-yu: Chang San-cheng Merupakan Sosok Wakil Presiden Taiwan yang Tepat

  • 11 November, 2019
  • 尤繼富
Han Kuo-yu: Chang San-cheng Merupakan Sosok Wakil Presiden Taiwan yang Tepat
Han Kuo-yu: Chang San-cheng Merupakan Sosok Wakil Presiden Taiwan yang Tepat

(Taiwan, ROC) --- Pada tanggal 11 November 2019, kandidat presiden dari Partai Kuomintang (KMT), Han Kuo-yu (韓國瑜) mengadakan konferensi pers dan mengumumkan calon wakil presiden yang akan menemaninya dalam laga pemilu mendatang. Koordinator dari Penasihat Pemerintah, Chang San-cheng (張善政) dipilih sebagai wakil kandidat calon presiden untuk pemilu tahun mendatang. Han Kuo-yu menyampaikan Chang San-cheng merupakan sosok yang tepat, mengingat dirinya memiliki pengalaman akademik dan kinerja yang luar biasa. Walikota Kaohsiung tersebut juga menekankan, setelah dinominasikan oleh partai KMT sebagai kandidat capres mendatang, ia pun langsung hendak meminang Chang San-cheng sebagai wakil presidennya.

Han Kuo-yu mengatakan, "Dalam proses penentuan kandidat wakil presiden, sebenarnya saya telah memiliki calon yang pas, yaitu mantan Perdana Menteri Chang San-cheng. Hal ini secara khusus saya sampaikan, mengingat pemilihan kandidat wakil presiden, tidak selalu mempertimbangkan jumlah suara, melainkan harus mengutamakan kepentingan negara. Saya rasa pilihan untuk meminang mantan Perdana Menteri Chang San-cheng, sudah sesuai dengan kata hati saya".

Han Kuo-yu menekankan bahwa dirinya dan Chang San-cheng memiliki pandangan hidup yang serupa. Keduanya memiliki visi untuk memakmurkan 23 juta warga Taiwan. Saat ini Chang San-cheng merupakan sosok yang sibuk bertani, dan sangat akrab dengan dunia pasar. Sedari dulu, keduanya memiliki hubungan yang sangat akrab dan menaruh perhatian penuh akan kemajuan dari Republik Tiongkok. Di tengah situasi perpolitikan Taiwan saat ini, dirasa sangat sulit dapat terlepas dari jeratan tim pesaing. Ia bersama Chang San-cheng berjanji akan melangsungkan program kampanye yang jujur, bersih dan tanpa pamrih.

Di lain pihak, Chang San-cheng mengemukakan 3 alasan mengapa dirinya bersedia dipinang oleh Han Kuo-yu. Dengan status non-partai yang diembannya, Chang San-cheng berharap dapat membawa Taiwan menuju sistim perpolitikan yang sehat. Ke depannya ia berharap, dapat membangun pemerintahan yang tidak mengenal warna partai dan bersama Han Kuo-yu memenangkan pemilu mendatang. Chang San-cheng menyampaikan dengan latar belakang di sektor teknologi yang dimilikinya, berharap dapat menjadikan Taiwan sebagai negara yang memiliki daya teknologi dan inovasi yang kuat, serta memajukan perekonomian rakyat menengah.

Sebelumnya Chang San-cheng pernah mengemukakan bahwa dirinya tidak tertarik untuk menjadi kandidat wakil presiden. Namun kali ini keputusannya berubah. Ia pun menyampaikan dengan pengalaman yang dimiliki, ia cukup memahami manajemen pemerintahan yang ada saat ini. Kelebihan yang dipunyainya, dirasa dapat menjadi "pelumas" bagi sistem pemerintahan Taiwan. Setelah melalui pemilu pilkada di tahun 2018, Chang San-cheng berkeinginan untuk kembali menyelami dunia pertanian. Namun, setelah mempertimbangkan permintaan Han Kuo-yu, dirinya pun berkeyakinan untuk menjadi pendamping sang Walikota Kaohsiung tersebut.

Chang San-cheng merupakan sosok yang telah lama berkecimpung di sektor teknologi. Setelah mendapat gelar Ph.d dari Cornell University, dirinya kembali ke tanah air untuk mengajar. Pada tahun 1991, Chang San-cheng mulai berkecimpung di National Center for High-Performance Computing (NCHC) yang berada di bawah naungan Yuan Eksekutif. Setelahnya, ia pun menjabat posisi penting di perusahaan teknologi swasta; misal di tahun 2010, Chang San-cheng pernah menduduki posisi Direktur Pengawas GOOGLE untuk kawasan Asia. Di tahun 2012, Chang San-cheng ditunjuk oleh pemerintahan mantan Presiden Ma Yin-jeou untuk menjabat komisaris sekaligus Menteri Sains dan Teknologi. Setelah aksi protes "Gerakan Bunga Matahari" pecah, ia pun ditunjuk sebagai Wakil Perdana Menteri. Di tahun 2016, saat partai KMT dinilai gagal menjalankan pemerintahannya, Chang San-cheng diperintahkan untuk mengambil alih posisi Perdana Menteri. Di saat ia menjabat posisi tersebut, ia dinilai berhasil membawa Taiwan keluar dari beberapa krisis; misal bencana gempa bumi Tainan dan sengketa Kepulauan Okinotorishima. Chang San-cheng juga merupakan sosok di kabinet pemerintahan mantan Presiden Ma ying-jeou yang memperoleh nilai kepuasan tertinggi dalam berbagai jajak pendapat.

Komentar

Terbarumore