(Taiwan, ROC) --- Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) hadir dalam kegiatan kampanye anggota legislator Partai Progresif Demokratik, yakni Hsu Shu-Hua (許淑華) dan Chiang Yung-chang (江永昌). Kepala Negara sekali lagi menekankan isu kedaulatan bangsa. Beliau menyampaikan demokrasi yang dirasakan oleh warga Taiwan saat ini merupakan hasil dari perjuangan keras. Daratan Tiongkok tidak akan mundur untuk mengintervensi prinsip demokrasi Taiwan. Pemilu di tahun mendatang merupakan masa penentuan bagi kelangsungan demokrasi di Taiwan.
Pemilu Presiden dan anggota legislator akan berlangsung pada tahun 2020 mendatang. Pada tanggal 10 November 2019 malam, Presiden Tsai Ing-wen diketahui mengikuti rangkaian kegiatan; di antaranya kampanye Hsu Shu-Hua di Sekolah Dasar Xingya Distrik Xinyi, kemudian hadir dalam kegiatan kampanye Chiang Yung-chang di Fuhe Temple Distrik Zhonghe. Kegiatan tersebut juga dihadiri beberapa petinggi partai DPP; di antaranya Wakil Perdana Menteri Chen Chi-mai (陳其邁), Ketua partai DPP Cho Jung-tai (卓榮泰) dan Sekjen partai DPP Lin Fei-fan (林飛帆). Terpantau lebih dari ribuan pendukung juga hadir meramaikan kampanye tersebut.
Saat hadir dalam kampanye Chiang Yung-chang, Presiden Tsai Ing-wen kembali menekankan akan pentingnya kedaulatan. Beliau mengemukakan prinsip demokrasi Taiwan telah memberikan kemudahan kepada banyak pihak. Banyak talenta-talenta muda bersedia untuk tinggal di Bumi Formosa. Kepala Negara juga menekankan bahwa demokrasi bukanlah hal yang didapatkan dengan begitu saja, melainkan butuh perjuangan panjang. Di lain pihak, Daratan Tiongkok menginginkan agar Taiwan menyerahkan kedaulatannya. Mereka juga menginginkan agar nilai demokrasi tidak berjalan seutuhnya di Bumi Formosa. Presiden Tsai Ing-wen melanjutkan kedaulatan dan demokrasi merupakan nilai yang tidak dapat dipisahkan, keduanya merupakan bagian yang harus dipertahankan oleh Taiwan.
Kepala Negara menambahkan di tengah pelaksanaan pemilu tahun mendatang, Taiwan harus memperlihatkan pilihan dan nilai yang dijunjung 23 juta warga. Prinsip yang dijunjung tinggi oleh Taiwan haruslah berdasar pada perlindungan nilai kedaulatan negara ini. Beliau menekankan dunia harus melihat bahwa Taiwan merupakan negara yang layak dibantu, dunia internasional harus berdiri di pihak Taiwan dan membela di sisi demokrasi. Presiden Tsai menyampaikan tahun 2020 merupakan momen penting bagi warga Taiwan untuk memperlihatkan nilai demokrasi sesungguhnya.
Saat berada di kegiatan kampanye Hsu Shu-Hua, Presiden Tsai mengemukakan pemilu tahun 2020 mendatang, merupakan waktu yang tepat untuk memberitahukan dunia, bahwa warga Taiwan akan melindungi prinsip demokrasi yang ada. Beliay mengimbau agar seluruh warga Taiwan memberikan hak suaranya dan jangan menyia-nyiakan peluang yang ada.