(Taiwan, ROC) -- Media melaporkan, pensiunan wakil prof. National Taiwan Normal University (NTNU), Shi Zheng-ping (施正屏) dikabarkan pada Agustus tahun lalu dengan alasan keamanan ditahan oleh pihak Daratan Tiongkok. Berdasarkan informasi orang yang dekat dengan Shi Zheng-ping membocorkan, Shi Zheng-ping dikenakan hukuman penjara 3-4 tahun. Sementara dari pihak Daratan Tiongkok menyampaikan, setelah berkonsultasi dengan biro kepolisian, pihak Daratan Tiongkok tidak mengenakan sanksi terkait pelanggaran batasan kebebasan pribadi.
Harian Liberty Taiwan hari ini (1/11) melaporkan, pensiunan wakil professor NTNU jurusan Perkembangan SDM Internasional, Shi Zheng-ping (施正屏) hilang di Daratan Tiongkok sejak Agustus 2018 ; laporan membeberkan, pihak Daratan Tiongkok membatasi dan dengan alasan keamanan negara menahannya di Beijing.
Berdasarkan kerabat akrab Shi Zheng-ping pada pagi hari ini (1/11) memberitahukan wartawan CNA, berdasarkan pemberitahuan sekitar bulan April lalu, Shi Zheng-ping dikenakan sanksi 3 – 4 penjara. Tetapi Ibu dari Shi Zheng-ping yang telah sekian lama dirawat di rumah sakit, keluarga tidak bersedia memberitahukan karena pertimbangan takut orang tuanya merasa khawatir.
Dewan Urusan Daratan Tiongkok (MAC) melalui surat respon menyampaikan, melalui konsultasi dengan pihak Biro Kepolisian, pihak Daratan Tiongkok tidak mengenakan sanksi terkait pelanggaran batasan kebebasan pribadi. Jika ada pembatasan maka pihak Daratan Tiongkok akan segera memberitahukan, bersamaan dengan itu dengan pertimbangan kemanusiaan akan memberikan ijin bagi pihak keluarga bersangkutan untuk datang membesuknya, serta menjamin keadilan hukum terkait di Daratan Tiongkok. Mengenai penyelesaian masalah ini MAC menyampaikan, akan terus mendalami dan berkomunikasi dengan pihak terkait serta memperhatikan keselamatan warganya ; Yayasan Pertukaran Antar Selat Taiwan (SEF) juga melalui suranya menjelaskan, apabila pihak keluarga memerlukan bantuan, dengan menghormati dan menyesuaikan dengan keluarga bersangkutan memberikan bantuan.