(Taiwan, ROC) --- Pada tanggal 25 Oktober 2019, Presiden Tsai Ing-wen menemui Presiden Republik Kepulauan Marshall, Hilda C. Heine, di Istana Kepresidenan. Kepala Negara menyampaikan di tengah tekanan Daratan Tiongkok yang terus melancarkan diplomasi uang nya, Taiwan tidak akan pernah menyerah. Taiwan tidak akan membiarkan aksi Negeri Tirai Bambu, yang mencoba mengganggu stabilitas di kawasan regional. Taiwan akan terus mempertahankan prinsip demokrasi dan memberikan sumbangsihnya di wilayah Indo Pasifik. Hilda C. Heine juga menekankan bahwa dalam menghadapi permasalahan politik yang kompleks ditambah aski Daratan Tiongkok, Kepulauan Marshall akan tetap mempertahankan hubungan persahabatannya dengan Taiwan.
Presiden Republik Kepulauan Marshall tiba di Istana Kepresidenan Taiwan pada Jumat pagi (25/10). Dalam pidatonya, Presiden Tsai Ing-wen menyampaikan terima kasih kepada pihak Marshall yang telah memberikan dukungannya atas Taiwan di komunitas internasional. Kepala Negara juga memberikan apresiasi atas dibentuknya resolusi yang ditetapkan oleh kongres setempat, guna memperkuat hubungan persahabatan dengan Taiwan. Menteri Luar Negeri Rep. Kepulauan Marshall, John M. Silk juga diketahui berbicara untuk Taiwan dalam Sidang Umum PBB. Beliau menekankan Taiwan akan berpegang teguh pada pendiriannya, memberikan kontribusi utama bagi kawasan Indo-Pasifik.
Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, "Menghadapi aksi diplomasi uang Daratan Tiongkok, yang disertai dengan niat untuk menghancurkan stabilitas kawasan regional, otoritas Republik Tiongkok Taiwan tidak akan tinggal diam. Kami akan mempertahankan prinsip demokrasi kami, terus memberikan sumbangsih bagi perdamaian dan kemakmuran di kawasan India-Pasifik".
Presiden Tsai Ing-wen juga mengucapkan selamat kepada Rep. Kepulauan Marshall, atas terpilihnya sebagai anggota Dewan Hak Asasi Manusia PBB. Beliau juga berharap, pelaksanaan pemilu di sana dapat berjalan lancar dan terus memperkuat prinsip demokrasi. Presiden Tsai juga berharap bahwa Rep. Kepulauan Marshall dapat menjadi panutan demokrasi yang mumpuni bagi kawasan terkait.
Presiden Hilda C. Heine kembali mengatakan, terpilihnya Rep. Kepulauan Marshall sebagai salah satu anggota Dewan HAM PBB, juga tidak terlepas dari dukungan Taiwan. Ia pun menyampaikan ucapan terima kasih atas dorongan yang diberikan oleh warga Taiwan. Ia juga menambahkan akan terus memberikan bantuannya untuk menyuarakan Taiwan di komunitas internasional.
Presiden Hilda C. Heine dengan tegas memberikan dukungannya atas jalinan persahabatan dengan Taiwan. Ia menyampaikan dalam menghadapi situasi perpolitikan yang kompleks dan tekanan yang dilancarkan Daratan Tiongkok, Rep. Kepulauan Marshall akan bertekad menjaga persahabatan dengan Taiwan. Taiwan merupakan sosok demokrasi yang patut menjadi panutan dunia. Rep. Kepulauan Marshall akan mempertahankan dan melindungi sistim demokrasi yang ada.
Selanjutnya, kedua pemimpin negara tersebut menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman mOu Perjanjian Kerja Sama Ekonomi (ECA) dan TAITRA dengan Kementerian Sumber Daya Rep. Kepulauan Marshall.