(Taiwan, ROC) -- Kandidat presiden yang diunggulkan dari partai Kuomintang (KMT), Han Kuo-yu tanggal 17 Oktober kemarin mengelar kampanye di Pingtung, ketika diwawancarain menyampaikan apabila ia menjadi presiden akan menghapus peraturan “1 hari libur 1 hari istirahat”. Presiden Tsai Ing-wen hari Jumat (18/10) ketika diwawancarai terhadap hal ini menyampaikan, selaku kandidat presiden seharusnya benar-benar mengerti duduk perkara dan kualitas kebijakan atau permasalahan sebelum membicarakan kebijakan di muka umum, jangan sembarangan berkomentar. Pres Tsai mengemukakan, “1 hari libur 1 hari istirahat” sebenarnya adalah proses penting sebagai perwujudan dari “2 hari libur dalam seminggu”, dalam proses ini diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara majikan dan pekerja, dan secara khusus memperhatikan apa yang diperlukan dalam penerapan “1 hari libur 1 hari istirahat” pada masing-masing bidang usaha sebagai pertimbangan. Terkait keinginan Han Kuo-yu menghapus kebijakan “1 hari libur 1 hari istirahat”, Presiden Tsai Ing-wen merasa seharusnya Han Kuo-yu menjelaskan posisinya.
Perdana Menteri Su Tseng-chang hari Jumat (18/10) dalam wawancara di Yuan Legislatif juga menyampaikan, dari awal tujuan dari peraturan “1 hari libur 1 hari istirahat” adalah berharap dapat benar-benar menjaga majikan dan pekerja, bersamaan dengan itu juga menciptakan situasi saling menguntungan, sedangkan pada waktu itu KMT menginginkan “dua kasus”. Su mengatakan, dalam pelaksanaan “1 hari libur 1 hari istirahat” sudah pasti tidak hanya menghadapi 360 bidang, bahkan lebih 36 ribu bidang, tidak dapat membakukan satu hukum untuk seluruh dunia, oleh karena itu bersama dengan mantan perdana menteri William Lai selangkah demi selangkah menyelesaikan kesulitan masalah.