History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Randall Schriver Akan Berkunjung ke Tiongkok Sampaikan Perhatian Amerika kepada Taiwan

  • 03 October, 2019
  • 譚雲福
Randall Schriver Akan Berkunjung ke Tiongkok Sampaikan Perhatian Amerika kepada Taiwan
Randall Schriver Akan Berkunjung ke Tiongkok Sampaikan Perhatian Amerika kepada Taiwan

        (Taiwan, ROC) – Asisten Menteri Urusan Hindia Pasifik Kementrian Pertahanan Keamanan Amerika Serikat, Randall Schriver pada hari Selasa tanggal 1 Oktober lalu baru saja mengikuti kegiatan seminar kelompok cendekiawan Washington DC, The Brookings Institution, dengan membahas isu hubungan antara Amerika dan Daratan Tiongkok. Randall Schriver sendiri pada pekan depan akan melakukan kunjungan ke Daratan Tiongkok. Apakah kunjungannya tersebut juga akan membahas masalah tentang Taiwan? Randall Schriver menyampaikan bahwa sikap Amerika tetap sama seperti sedia kala, jika pihak Beijing ada mengungkit masalah tentang Taiwan, maka dirinya akan menegaskan sekali lagi sikap politik Amerika dan perhatian yang diberikan oleh Amerika kepada Taiwan.

        Juru Bicara Kementrian Luar Negeri Joanne Ou pada hari Kamis tanggal 3 Oktober dalam jumpa persnya menyampaikan bahwa saat randall Schriver menghadiri rapat seminar tersebut, juga telah menyampaikan bahwa pihak Amerika memiliki kesediaan untuk memberikan bantuan kepada Taiwan saat menghadapi tekanan yang diberikan oleh pihak Daratan Tiongkok. Bahkan dirinya juga menjelaskan jika dalam kunjungannya ke Daratan Tiongkok pekan depan, akan memberikan jawaban yang sama tentang perhatian Amerika terhadap Taiwan, sekiranya dibahas oleh pihak Beijing. Untuk itu, Joanne Ou juga tidak lupa mewakili Taiwan untuk menyampaikan terima kasih kepada pihak Amerika.

        Joanne Ou mengatakan, “Di sini sekali lagi menegaskan bahwa hubungan antara Taiwan dan Amerika sangatlah erat dan akrab. Sejak Presiden Donald Trump duduk di kursi kepemerintahan hingga saat ini, pihak petinggi Amerika juga telah berulang kali menegaskan kepada publik bahwa akan tetap melanjutkan penerapan Peraturan Hubungan Taiwan Amerika, serta sekali lagi meyakini kemajuan yang berhasil dicapai oleh Taiwan dalam hal penerapan asas demokrasi. Kelak di kedepannya pemerintah juga akan terus melanjutkan jalinan hubungan yang baik sebagai landasan penting dalam kaitannya dengan pihak Amerika, terus memperdalam hubungan kolaborasi antara ke dua belah pihak di berbagai bidang, bersama-sama mewujudkan pencapaian kestabilan pembangunan perdamaian dan kesejahteraan di kawasan Hindia Pasifik.”

        Sehubungan dengan adanya kejadian penembakkan dari pihak aparat kepolisian terhadap warga Hong Kong dalam aksi demo yang terjadi pada tanggal 1 Oktober lalu, Joanne Ou menyampaikan bahwa Kementrian Luar Negeri atau MOFA telah berulang kali menyebutkan sikap dan posisinya, sekali lagi menegaskan untuk terus memberikan dukungan bagi warga Hong Kong dalam memperjuangkan kebebasan demokrasi. Taiwan juga berharap warga Hong Kong dapat memiliki kesamaan dengan Taiwan dalam hal hak berpolitik yang bebas. Dan ini adalah nilai-nilai landasan penting yang bersifat umum yang ditanamkan oleh Taiwan selama ini, khususnya berkenaan dengan ketegasan dalam hal memberlakukan asas kebebasan demokrasi di tengah-tengah terus berubahnya kondisi global.

        Joanne Ou juga menyebutkan jika belakangan ini kondisi Hong Kong semakin memprihatikan, dan telah menjadi perhatian penting dunia internasional. Joanne Ou juga berharap Hong Kong dapat segera pulih kembali menjadi aman dan tenang, tidak berharap terjadi kesalahan dalam bentuk apapun atau berkembang menjadi salah satu sejarah buruk internasional. Selain itu MOFA juga mengimbau pihak Beijing agar dapat mengimplementasikan janji besar yang pernah diutarakan yang akan diberikan kepada warga Hong Kong. Jangan pernah menggunakan kepedulian Taiwan atau negara lain terhadap Hong Kong sebagai salah satu alasan untuk memasukkan satuan militer ke Hong Kong, dan dalam waktu yang bersamaan juga mengimbau pemerintah Hong Kong dapat menghindari penggunaan kekuasaan yang berlebihan dalam menjalankan kewajiban tugasnya, menghindari perseturuan dan selayaknya menggunakan jalan mendengar dan mempertimbangkan langkah-langkah yang diambil, agar mampu mencapai kestabilan perdamaian.

Komentar

Terbarumore