(Taiwan, ROC) --- Pada tanggal 17 September 2019, laporan kinerja Yuan Eksekutif telah diserahkan kepada Yuan Legislatif. Di dalam laporan tersebut, juga telah terlampir prestasi yang berhasil dicapai selama 3 tahun masa pemerintahan Presiden Tsai Ing-wen; di antaranya menaikkan upah minimum, mengurangi pajak, meningkatkan kemampuan industri, menarik pulang pengusaha Taiwan, mempromosikan pertahanan negara, dan lain-lain. Prestasi yang berhasil dicapai Presiden Tsai tentu dirasakan langsung dalam kehidupan sosial masyarakat Taiwan.
Rapat Yuan Legislatif untuk periode kesembilan dibuka hari ini (17/9). Perdana Menteri Su Tseng-chang (蘇貞昌) tiba di Yuan Legislatif, serta siap mengikuti rapat interpelasi tersebut.
Berdasarkan laporan yang telah dipersiapkan oleh Yuan Eksekutif mengungkapkan bahwa semenjak dirinya menjabat posisi Perdana Menteri, Su Tseng-chang telah memimpin tim Yuan Eksekutif untuk mempraktikkan kerja nyata di lapangan. Selain itu, beberapa pencapaian juga disebutkan dalam laporan tersebut; misal menyelesaikan keluhan masyarakat, mengembangkan perekonomian negara, melindungi demokrasi, menerapkan prosedur pencegahan epidemi, menjaga kestabilan industri, menyesuaikan kebijakan pemerintah dan mengutamakan kaum lemah. Selama pemerintahannya, Su Tseng-chang juga berupaya keras untuk menyatukan perbedaan pendapat di tengah masyarakat dan berusaha mencapai pembangunan regional untuk kelangsungan generasi berikutnya.
Di sektor ekonomi, guna menghadapi situasi perang dagang dan volatilitas pasar keuangan yang besar, pemerintah Taiwan telah mengusulkan 3 program investasi. Di antaranya adalah kembalinya pengusaha Taiwan untuk menanamkan investasi mereka di dalam negeri. Hingga hari ini telah ada 134 pengusaha yang tengah mengikuti prosedur peninjauan, dengan total investasi mencapai NT$ 600 miliar. Hal ini juga akan membuka lebih dari 50.000 lapangan pekerjaan baru. Pemerintah juga akan menyediakan bantuan finansial dan dana pinjaman sebesar NT$ 80 miliar, guna membantu para pengusaha untuk terus bertransformasi.
Laporan tersebut juga menuliskan guna untuk meningkatkan ekosistem industri yang lebih optimal, selama 3 tahun terakhir, pemerintah telah berkomitmen untuk meningkatkan intensitas energi terbarukan. Hal ini semata-mata dapat menjawab kekhawatiran para pengusaha akan kemampuan daya listrik. Guna menghadapi permasalahan ketersediaan lahan, Yuan Eksekutif pada bulan April telah menyetujui kebijakan “Pembaruan Pengembangan Zona Industri”, yang dapat meningkatkan pasokan lahan industri.
Guna mempromosikan pengembangan jaringan 5G di dalam negeri, Yuan Eksekutif pada bulan Mei telah menyetujui program jaringan 5G Taiwan, dengan jumlah investasi NT$ 20 miliar selama 4 tahun. Dijadwalkan tahun mendatang, Taiwan akan segera memasuki era jaringan 5G.
Di sektor ‘perlindungan kaum lemah, mata pencaharian dan kehidupan sosial masyarakat’, terhitung bulan Juli, pemerintah telah memberlakukan kebijakan pengurangan jumlah pajak penghasilan. Yuan Eksekutif juga menyertakan tunjangan di sektor perawatan jangka panjang, yang dapat dimanfaatkan sebagai subsidi untuk mengurangi jumlah pajak penghasilan yang wajib dibayar. Diperkirakan akan ada 290.000 warga yang memperoleh manfaat ini, terutama keluarga penyandang cacat.
Di sektor pertahanan nasional, Taiwan telah siap merilis produksi mesin berkemampuan tinggi untuk pertama kalinya pada tahun mendatang. Selain itu produksi kapal selam nasional juga telah dilakukan, diperkirakan pada tahun 2025 dapat resmi beroperasi. Selain itu, Taiwan secara berturut-turut telah memperoleh persetujuan dari Amerika Serikat, untuk membeli persenjataan militer. Setelah tank militer M1A2, Taiwan juga akan membeli 66 unit pesawat tempur baru jenis F-16V (BLK 70).