History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Chen Ming-tong : Rakyat Taiwan Tidak Akan Menerima Satu Negara Dua Sistem Beijing

  • 30 August, 2019
  • 曾秀情
Chen Ming-tong : Rakyat Taiwan Tidak Akan Menerima Satu Negara Dua Sistem Beijing
Chen Ming-tong : Rakyat Taiwan Tidak Akan Menerima Satu Negara Dua Sistem Beijing

(Taiwan, ROC) -- Dalam pidato seminar internasional “Perkembangan dan Tantangan Daratan Tiongkok Saat ini” Menteri Urusan Daratan Tiongkok, Chen Ming-tong hari Jumat (30/8) menyampaikan, awal tahun ini Partai Komunis Daratan Tiongkok mengeluarkan “Lima proposal Xi”, mempromosikan pelaksanaan satu negara dua sistem pada Taiwan, dan juga tidak membuang penggunaan kekuatan persenjataan, ini merupakan deklarasi resmi Republik Rakyat Tiongkok yang mencaplok Republik Tiongkok, dan tindakan provokatif ini tidak saja menghantam perdamaian selat Taiwan tetapi juga melanggar prinsip perdamaian dalam peraturan internasional dan hubungan internasional, penindasan seperti ini telah mengagkibatkan situasi tegang di benua Asia, bersamaan dengan itu juga menarik garis pembatas antara negara dan rakyat Daratan Tiongkok dengan masyarakat internasional.

Chen Ming-tong mengemukakan, baik kenyataan sejarah dan hukum internasional, Taiwan sejak awal bukanlah bagian dari Republik Rakyat Tiongkok, 23 juta warga Taiwan tidak akan pernah menerima sistem satu negara 2 sistem dari Beijing, dan juga tidak takut dengan ancaman hegemoni, serangan intensif yang semakin kuar, pemerintah Republik Tiongkok menjamin dan bertanggung jawab pada warga Taiwan dan akan berupaya keras menjaga kedaulatan dan demokrasi karena ini merupakan garis batas paling dasar kami.

Chen Ming-tong mengatakan, “Kami tidak menyerah terhadap ancaman, mendapat dukungan tidak membuat berinisiatif, Taiwan berupaya mempertahankan perdamaian bersama, tidak akan merubah posisi untuk penyelesaian dengan dialog damai, bersamaan dengan itu kami juga berperan dan berkeyakinan untuk memperkuat pertahanan demokratis.”

Cheng Ming-tong sekali lagi menegaskan, terkait Daratan Tiongkok tidak bersedia menghadapi Republik Tiongkok sehingga membuat situasi antar Selat Taiwan membeku, “Ini adalah tanggung jawab Beijing”, bagaimana menghadapi kenyataan, pihak Beijing tidak dapat menghindar dari masalah ini ; mengenai perdamaian antar Selat Taiwan berada di Daratan Tiongkok sedangkan Taiwan merupakan contoh pelajaran pengalaman yang paling baik, satu-satunya yang berani melakukan revolusi terhadap Partai Komunis, menwujudkan kebebasan demokrasi, menjunjung kedaulatan sehingga baru dapat menyelesaikan kebimbangan, dan menyakinkan rakyat.

Di samping itu, semakin memanasnya protes anti ekstradisi, Demosisto Hongkong menyampaikan, sekitar pukul 7.30 pagi tadi Joshua Wong (黃之鋒) tiba-tiba diciduk dan dinaikkan ke dalam mobil saat ia menuju ke stasiun South Horizons, anggota Demosisto Hongkong, Agnes Chow (周庭) juga dikabarkan diciduk dari rumahnya, saat ini masih belum diketahui apakah kedua orang ini selaku pelaku kejahatan dan ditahan di kantor polisi Wancai, selain itu Koordinator Hongkong National Party, Chan Ho-tin (陳浩天) kemarin malam juga ditangkap saat ingin meninggalkan Hongkong, berdasarkan laporan, alasan penangkapan adalah turut dalam akhir demo dan menyerang polisi.

Ernesto Yun-kung Ting menyampaikan, Kantor Kepresidenan sangat menaruh perhatian terhadap hal ini, apa yang dibutuhkan Hongkong adalah komunikasi, bukan penekanan dan penangkapan. menghimbau pemerintah Beijing dan Hongkong untuk melakukan dialog sebagai pengganti penekanan, menepati janji memberikan kebebasan demokrasi dan kedaulatan bagi warga Hongkong. Ernesto Yun-kung Ting mengemukakan, sejarah menjadi bukti, harapan manusia terhadap kebebasan berdaulat adalah bukan dengan kekerasan dan penindasan, juga menghimau pemerintah Hongkong untuk mematuhi hukum dan menjami kedaulatan dan kebebesan bagi warga Hongkong.

Komentar

Terbarumore