(Taiwan, ROC) – Kementrian Pertahanan dan Keamanan atau MND pada hari Rabu tanggal 21 Agustus menyampaikan bahwa sehubungan dengan program pembelian pesawat tempur jenis F-16V (BLK70), yang total bernilai lebih dari US$ 8 milyar dari pihak Amerika Serikat, dengan ini menyatakan secara resmi telah mendapatkan surat pemberitahuan dari pemerintah Amerika Serikat, terkait perizinan dan kesediaan pejualan pesawat tempur tersebut. Untuk itu pihak MND juga tidak lupa menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan yang diberikan oleh pihak Amerika. Pemerintah Amerika memroses dokumen surat pemberitahuan dari kongres pada tanggal 20 Agustus waktu setempat, dan hal tersebut juga telah diumumkan di dalam situs Defense Security Cooperation Agency atau DSCA. Adapun masa mulai diberlakukannya surat pengumuman tersebut diprediksi pada akhir bulan Januari mendatang.
Istana Kepresidenan pada hari ini juga menyatakan rasa gembiranya. Juru Bicara Istana Kepresidenan Ernesto Ting menjelaskan bahwa dengan disahkannya penjualan pesawat tempur jenis F-16V dari pihak Amerika kepada Taiwan, tentu akan sangat banyak memberikan bantuan dalam hal pertahanan nasional Taiwan sendiri, selain itu juga dapat turut menjaga kestabilan kawasan di wilayah Selat Taiwan dan perairan di sekitarnya, sehingga diyakini menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi perdamaian.
Ernesto Ting mengatakan, “Kali ini pihak Amerika bersedia menjual pesawat tempur jenis F-16V kepada kita, maka akan langsung dapat meningkatkan pertahanan udara yang dimiliki oleh Angkatan udara saat ini. Memiliki nilai positif dalam turut menjaga pertahanan nasional, memberikan perlindungan bagi warga masyarakat, khususnya dalam bidang kebebasan dan kesejahteraan. Terlebih-lebih belakangan ini pihak Daratan Tiongkok kerap menggelar latihan militer di kawasan perairan laut Taiwan. Keputusan yang diambil oleh Presiden Donald Trump ini, mampu memberikan isyarat dan arti yang mendalam, khususnya kestabilan perdamaian di kawasan dan Selat Taiwan”
Ernesto Ting menjelaskan, dalam memperingati 40 tahun diberlakukannya “Undang-Undang Hubungan Taiwan – Amerika” yang jatuh pada tahun ini, di masa era kepemerintahan Donald Trump, mampu mengimplementasikan berbagai janji pertahanan dan keamanan bagi Taiwan yang lebih nyata. Ini juga membuktikan jika hubungan kerjasama antara Taiwan dan Amerika terus semakin erat, dan pihaknya juga turut mengucapkan terima kasih kepada pihak Amerika Serikat.
Pihak MND menyebutkan bahwa kali ini, mengacu kepada “Undang-Undang Hubungan Taiwan – Amerika” dan “6 Butir Jaminan”, proses jual beli alutsista barulah dapat tercapai, seteleah melalui proses perjuangan yang telah bertahun-tahun lamanya. Dengan adanya perizinan tersebut, maka akan segera meningkatkan daya tempur Angkatan Udara nasional, turut menjaga keamanan ruang lingkup layar dan terbang yang dimiliki oleh Taiwan. Pihak MND menegaskan bahwa sebegitu pihak Angkatan Udara mendapatkan Rancangan Surat Letter of Offer and Acceptance (LOA) untuk alutsista yang dimaksudkan, maka turut akan segera diketahui jumlah total dana pembelian yang dibutuhkan. Pihaknya akan segera mengusung ke Yuan Legislatif untuk ditinjau dan didiskusikan secara khusus terkait batasan maksimum dana khusus yang telah diloloskan sebelumnya, kemudian melakukan pembahasan diskusi dengan pihak Amerika berkenaan dengan jenis produk alutsista dan jumlah yang dibutuhkan, masa waktu proses yang dibutuhkan, total dana dan lain sebagainya, yang selanjutnya barulah memasuki tahapan penandatanganan surat kontrak LOA secara resmi.
Kementrian Luar Negeri Amerika Serikat baru saja mengesahkan surat perizinan penjualan 66 buah pesawat tempur jenis F-16V kepada Taiwan, dan proses administrasinya diharapkan dapat segera diberlakukan dalam kurun waktu 1 bulan ini. Pihak pejabat kemiliteran menyampaikan informasi bahwa alokasi dana anggaran khusus sebesar NT$ 250 milyar, dan untuk tahun pertama yakni 2020, akan mengalokasikan dana sebesar NT$ 5 milyar, dan berharap bisa mendapatkan persetujuan dari pihak Amerika terkait pengajuan percepatan proses penjualan 1 tahun lebih awal, menjadi tahun 2026 untuk penyerahan semua pesanan pesawat tempur yang diajukan oleh pihak Taiwan.