(Taiwan, ROC) – Presiden Tsai Ing-wen pada hari Rabu pagi tanggal 21 Agustus, di Istana Kepresidenannya menerima rombongan kunjungan “Forum Ketagalan: Komunikasi Keamanan Kawasan Asia Pasifik 2019”. Dalam kata sambutannya, Presiden Tsai Ing-wen menyampaikan bahwa kondisi situasi di kawasan Hindia Pasifik terus mengalami perubahan yang cukup besar dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir ini, sehingga turut mengakibatkan banyaknya ketidakpastian yang terjadi. Lantas bagaimana caranya untuk dapat mempertahankan kondisi damai dalam kawasan, kestabilan dan kesejahteraan? Ini adalah sebuah tatangan bagi semua negara yang ada di kawasan Hindia Pasifik, dan harus bersama-sama memikul tanggung jawabnya.
Presiden Tsai Ing-wen menjelaskan bahwa Taiwan adalah salah satu bagian dari kawasan Asia Pasifik yang turut mengemban tanggung jawab, juga merupakan kawasan yang menjunjung tinggi kebebasan dan berasaskan demokrasi, sehingga letak georgrafis Taiwan sendiri sangatlah penting, yang mana turut bersikukuh untuk mempertahankan nilai-nilai kemakmuran bagi masyarakat dan keamanan secara keseluruhannya. Taiwan bersedia dan memiliki kemampuan untuk menggalang kerjasama dengan negar lain di kawasan Hindia Pasifik, sehingga dapat membentuk sebuah ikatan kolaborasi yang lebih kuat, memastikan perdamaian kawasan dan turut berkontribusi yang lebih banyak lagi dalam hal menjaga kestabilan kawasan.
Presiden Tsai Ing-wen meyebutkan bahwa Taiwan yang hingga kini telah memasuki tahun ke tiga untuk pengusungan Program Bebijakan Menuju Selatan Baru, telah berhasil menjalin kerjasama dengan berbagai negara di kawasan Hindia Pasifik. Dengan adanya kebijakan tersebut, juga turut mampu memperkuat hubungan dengan Asean, negara-negara di kawasan Asia Selatan, Australia dan Selandia Baru. Bersama-sama menjaga perdamaian yang ada dan mempertahankan serta menstabilkan kesejahteraan warga. Menyangkut hubungan antar selat, Presiden Tsai Ing-wen menekankan bahwa Taiwan akan tetap teguh mempertahankan kedaulatan negara dan menjamin hak asasi warga masyarakat, sementara pihak Daratan Tiongkok yang terus melakukan aksi perusakan Status Quo yang tengah dijalankan saat ini, maka hal ini juga telah memberikan dampak buruk yang besar dalam menjaga kestabilan perdamaian kawasan dan perairan di Hindia Pasifik.
Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Sejak saya duduk di kursi kepemerintahan, berupaya keras menjaga status quo, dan dalam menghadapi sikap Daratan Tiongkok, Taiwan tidak akan mengusik, namun kami nyatakan bahwa kami tetap akan terus mempertahankan kedaulatan negara dan jaminan akan hak asasi manusia. Berbagai cara dan tekanan yang dilakukan oleh pihak Daratan Tiongkok dalam hubungan dunia internasional, tidak akan memberikan keuntungan atau nilai-nilai yang membangun dalam mengembangkan hubungan antar selat yang baik dan bersahabat. Daratan Tiongkok telah melakukan perusakan menyeluruh akan kondisi status quo, dan memberikan dampak pengaruh buruk yang signifikan terhadap kestabilan perdamaian kawasan Hindia Pasifik.”
Presiden Tsai Ing-wen menjelaskan bahwa meskipun Taiwan terus harus menghadapi berbagai bentuk gangguan dan tantangan, tetapi Taiwan akan terus menjalankan perannya sebagai benteng pertahanan demokrasi untuk kawasan Hindia Pasifik. Ia yakin dan percaya bahwa seluruh dunia yang memiliki persamaaan nilai dan asas kenegaraan, akan menjalin kerjasama dengan Taiwan, memberikan perlindungan bagi kebebasan, demokrasi dan nilai-nilai dasar kemanusiaan.