History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Ko Wen-je: Jika Taiwan Membutuhkan Kolaborasi Ko-Gou-Wang, Ia Akan Muncul Sendiri

  • 17 August, 2019
  • 譚雲福
Ko Wen-je: Jika Taiwan Membutuhkan Kolaborasi Ko-Gou-Wang, Ia Akan Muncul Sendiri
Ko Wen-je: Jika Taiwan Membutuhkan Kolaborasi Ko-Gou-Wang, Ia Akan Muncul Sendiri

        (Taiwan, ROC) – Jadwal pertemuan yang sebelumnya telah diagendakan pada tanggal 18 Agustus, bagi Walikota Taipei Ko Wen-je, Pendiri Perusahaan Foxconn Terry Gou dan Legislator Wang Jin-pyng, kini tersiar berita jika pertemuan tersebut tidak berlangsung seperti yang direncanakan pada awalnya, yang boleh juga disebut sebagai kegagalan pertemuan. Saat menerima wawancara dari pihak media pada hari Sabtu tanggal 17 Agustus, Walikota Taipei Ko Wen-je menyampaikan jika setiap individu sebaiknya pulang kembali untuk memikirkan langkah solusi apa yang akan diambil, sehingga mampu memperbaiki taraf kehidupan Taiwan untuk menjadi lebih baik lagi. Dengan pemahaman yang senada, maka tentu diyakini mampu melenyapkan berbagai bentuk perselisihan dan gesekan di dalam kehidupan bermasyarakat. Jika apa yang diusung oleh mereka, adalah untuk kebutuhan di dalam periode saat ini dan sesuai dengan kondisi di Taiwan, maka secara natural, ia akan hadir dan muncul di sini. Namun jika tidak, maka berbagai bentuk rapat diskusi yang digelar, tetap saja tidak akan mampu mencapai harapan, bahkan sulit untuk menemukannya. Tekait dengan pertanyaan apakah Ko Wen-je akan mencari waktu pertemuan lain untuk bertemu dengan para tokoh masyarakat tersebut, Ko Wen-je menjawab: Ikuti yang alami.

        Sehubungan dengan pemilihan presiden tahun depan, awalnya sempat dibahas mengenai pertemuan 3 pihak untuk membahas kemungkinan kerjasama dalam pemilu mendatang, antara Walikota Taipei Ko Wen-je, Pendiri Perusahaan Foxconn Terry Gou dan Legislator Wang Jin-pyng. Dalam program awal, agenda pertemuan dijadwalkan pada hari Minggu tanggal 18 Agustus, cara penunjukkan lokasi pertemuan adalah salah satu ajang kegiatan yang bersifat religius keagamaan, dan ke tiga pihak bisa melakukan pertemuan dalam ajang kegiatan keagamaan tersebut. Namun Ko Wen-je pada hari Jumat tanggal 16 Agustus saat diwawancarai oleh radio lokal setempat, membeberkan jika Terry Guo dan Wang Jing-pyng mencari dirinya untuk menjadi kandidat wakil presiden, setelah ditolak tawaran tersebut, maka Terry Gou dan Wang Jin-pyng telah memiliki agenda tugas tersendiri , sehingga tidak bisa menghadiri kegiatan pertemuan 18 Agustus tersebut.

        Ko Wen-je pada tanggal 17 Agustus pagi hari, pihak media juga tidak lupa mempertanyakan sikap yang akan diambilnya. Ko Wen-je menjawab bahwa dirinya tetap akan menghadiri kegiatan religius keagamaan tersebut, karena juga merupakan salah satu kunjungan kerja dirinya. Berhubungan dengan kondisi pertemuan yang tidak dihadiri oleh 2 pihak lainnya, lantas apakah karena Terry Gou dan Wang Jin-pyng tidak puas dengan tindakan saya yang selalu memberitahukan berbagai informasi kepada khalayak umum? Ko Wen-je menyampaikan pandangannya, dimana sebelumnya dirinya tidak pernah menjalin kerjasama dengan ke dua tokoh masyarakat tersebut, tentu banyak hal yang membutuhkan waktu untuk bisa tersenadakan, masing-masing tim sukses dari semua pihak, juga masih harus bekerja keras saat melakukan proses komunikasi dan negosiasi, guna mencapai kemufakatan terkait solusi masalah yang dihadapi.

        Sehubungan dengan kekesalan Terry Gou dan Wang Jin-pyng pada dirinya, disebut karena ia menyebutkan masalah kandidat wakil presiden dan kata-kata berupa “Bifurkasi Politik”. Untuk hal ini, Ko Wen-je menjawab bahwa dirinya sedari awal telah menyampaikan pandangannya, jika apapun yang diusung adalah demi kebaikan masa depan Taiwan, semuanya bisa didiskusikan kembali. Ia hanya menjelaskan bahwa mayoritas masyarakat tidak berharap akan ada unsur bifurkasi politik ke depannya. Ia malah menganggap alangkah baiknya jika semua pihak dapat duduk bersama dan mendiskusikan kondisi yang ada saat ini, langkah apa yang harus diambil untuk memperbaiki keuntungan Taiwan secara keseluruhannya, rakyat seharusnya berada dalam kondisi level kehidupan yang baik dan sejahtera, jika demikian, dengan menggunakan cara berpikir secara logika, maka secara otomatis banyak perdebatan dan keributan tidak perlu terjadi.

        Ko Wen-je berharap semua pihak dapat berpikir kembali, untuk saat ini apa yang paling dibutuhkan oleh Taiwan, kemudian gagasan yang diusung apakah sesuai dengan konteks kehidupan sosial masyarakat Taiwan, dan apakah benar-benar yang dibutuhkan oleh rakyat. Jika tidak, maka rapat diskusi apapun yang digelar dan diadakan, semua tiada artinya.

Komentar

Terbarumore