(Taiwan, ROC) --- Walikota Taipei Ko Wen-je (柯文哲) diketahui baru saja mendirikan Taiwanese’s People Party (TPP). Terkait dengan tujuan sang Walikota membentuk partai, dalam sebuah wawancara radio pada tanggal 16 Agustus 2019, Ko Wen-je menjelaskan bahwa dirinya ingin memajukan tatanan Majelis Nasional Taiwan. Perihal kemungkinan Ko Wen-je akan mencalonkan diri sebagai presiden ROC, ia menjawab kemungkinan ini tidak besar dan dapat menghilangkan keseimbangan di tubuh pemerintahan. Walikota Taipei tersebut menekankan bahwa sedari awal ia tidak terlalu ingin mencalonkan diri sebagai kepala negara.
Mengenai hubungan antar dirinya dengan Terry Gou (郭台銘) dan Wang Jin-pying (王金平), Ko Wen-je mengakui bahwa dirinya lebih akrab dengan Terry Gou. Ia mengumpamakan dirinya bagai sosok singa dan Terry Gou adalah sosok harimau, yang mana keduanya memiliki beberapa kesamaan. Ko Wen-je mengisahkan bahwa dirinya sempat membujuk Terry Gou. Selain itu, Terry Gou juga sempat mengutarakan keinginannya untuk “meminang” Ko Wen-ze sebagai calon wakil presiden. Namun ajakan dari Terry Gou, ditolak secara halus oleh Ko Wen-je.
Ko Wen-je mengatakan, “Ia berharap saya dapat mendampinginya sebagai calon wakil presiden. Namun saya tolak. Setelah dibicarakan satu hingga 2 kali, ia seharusnya paham apa yang menjadi pertimbangan kami. Kami sudah melihat banyak hal postif dan negatif. Ia sempat membicarakan apakah saya tertarik dengan posisi wakil presiden yang sekaligus menjabat perdana menteri. Namun saya katakan tidak perlu.”
Terkait apakah Wang Jin-pying juga memiliki ketertarikan yang sama dengan Terry Gou, Ko Wen-je menjawab bahwa dirinya tidak pernah bertanya langsung kepada Wang Jin-pying. Ko Wen-je menjelaskan bahwa dirinya tidak menginginkan posisi atau jabatan apapun dalam gala pilpres mendatang.
Dalam wawancara tersebut, sang Walikota menyampaikan akan konsep politik ideal yang mengarah pada implementasi ide-ide. Ia menentang konsep politik yang cenderung membawa perpecahan dalam tubuh pemerintahan. Ko Wen-je menambahkan saat ini kepercayaan politik warga Taiwan mulai berkurang, dan sudah seharusnya pemerintah berpikir akan langkah pengendalian yang relevan.
Selain itu, Ko Wen-je juga menganalisis akan kemungkinan Partai DPP (Partai Progresif Demokratik) menang atas Partai KMT (Kuomintang). Ia menilai Tsai Ing-wen akan kembali menjabat sebagai Presiden ROC berikutnya. Dan jika pilpres diramaikan 3 pasang calon, maka Ko Wen-je berharap ketiganya dapat bersaing secara adil dan sehat.
Sebelumnya sempat dikabarkan bahwa ketiganya akan bertemu dalam suatu acara keagamaan pada tangal 18 Agustus 2019. Namun pertemuan ini tampaknya harus gagal setelah staf Terry Gou, Amanda Liu (劉宥彤) menyampaikan bahwa pendiri Foxconn tersebut berhalangan. Terkait dengan pernyataan Ko Wen-je di wawancara radio, Amanda Liu menjelaskan informasi yang kerapkali diwarnai dengan berita pembagian kekuasaan atau kursi jabatan, dapat menjadi bumerang bagi kredibilitas pribadi.
Amanda Liu menambahkan tidak ada persiapan apapun yang dilakukan oleh Terry Gou untuk kembali terlibat dalam pemilu tahun mendatang. Terlepas dari pernyataan Ko Wen-je yang seakan-akan hendak membagikan kursi kekuasaan, Amanda Liu menilai hal tersebut terlalu berlebihan. Saran yang diberikan Ko Wen-je akan didengar oleh Terry Gou. Tetapi seperti yang pernah disampaikan oleh Terry Gou, bahwa pilpres tahun mendatang bukanlah persoalan segelintir orang, namun harus diputuskan oleh 23 juta warga Taiwan.