History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Yuan Eksekutif: Mendukung Aksi Perjuangan Kebebasan Demokrasi Hong Kong

  • 15 August, 2019
  • 陳志勇
Yuan Eksekutif: Mendukung Aksi Perjuangan Kebebasan Demokrasi Hong Kong
Juru bicara Yuan Eksekutif Kolas Yotaka

(Taiwan, ROC) - Kondisi di Hong Kong semakin memanas sehubungan dengan aksi anti RUU Ekstradisi. Namun belakangan ini juga ada beberapa artis yang menyatakan dukungannya kepada pemerintah Hong Kong dan aparat kepolisian, sehingga telah memicu perdebatan.

Juru Bicara Yuan Eksekutif Kolas Yotaka pada hari Kamis tanggal 15 Agustus dalam jumpa pers yang digelar di Yuan Eksekutif menyampaikan bahwa terkait kondisi yang terjadi di Hong Kong, pemerintah menganggap bahwa hal tersebut merupakan salah satu bagian dari aksi kebebasan demokrasi, juga memberikan dukungan pada aksi tersebut dan mengimbau pemerintah Hong Kong agar dapat langsung mendengarkan suara rakyat.

Kolas Yotaka mengatakan, “Sehubungan dengan aksi demokrasi yang terjadi di Hong Kong, Yuan Eksekutif kembali menyampaikan sikapnya, yakni kami menganggap bahwa hal tersebut adalah bagian dari aksi kebebasan demokrasi, dan bukan seperti apa yang disebutkan oleh pihak otoritas Daratan Tiongkok yakni kebrutalan atau kerusuhan. Oleh sebab itu pemerintah bersedia untuk mendukung aksi tersebut. Selain itu juga mengimbau pemerintah Hong Kong untuk dapat lebih langsung mendengarkan permintaan dari rakyatnya. Berkenaan dengan sikap individual kalangan seniman, Yuan Eksekutif tidak akan memberikan tanggapan apapun, hanya sekali lagi ditegaskan bahwa aksi tersebut layak untuk diperhatikan oleh khalayak umum sebagai bagian dari aksi demokrasi.”

Aksi penolakan RUU Ekstradisi yang terjadi di Hong Kong semakin sengit. Presiden Tsai Ing-wen melalui akun facebooknya menyampaikan sikap dukungan kepada Hong Kong, namun mendapat kritikan dari Walikota Taipei Ko Wen-je yang juga kini menjabat sebagai Ketua Umum Taiwanese People’s Party. Menurut Ko, slogan seperti ini yang ditulis di dalam akun facebook, tidak akan mampu menyelamatkan negara.

Menanggapi kritikan ini, Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Setiap orang di dunia yang memperhatikan kebebasan demokrasi, tentu akan mendukung permintaan yang disampaikan oleh warga Hong Kong. Sebagai salah satu bagian dari kebebasan demokrasi, maka Taiwan juga tentu harus menyampaikan sikapnya. Untuk itu, presiden selaku perwakilan dari rakyat, dengan tegas di sini menyampaikan bahwa akun facebook adalah salah satu cara komunikasi antara presiden dan masyarakat, sehingga kritikan dari Walikota Ko sulit untuk dipahami.”

Kepala negara juga kembali menekankan terkait masalah kelanjutan untuk kembali berkuasa, merupakan keseluruhan proses kesatuan dari kemampuan pengelolaan kepemerintahan, sehingga negara baru dapat maju. Untuk saat ini masyarakat tentu juga telah merasakan bahwa pemerintah telah berupaya memajukan Taiwan, oleh sebab itu dirinya yakin dan percaya dapat kembali terpilih sebagai presiden untuk periode kedua.

Komentar

Terbarumore