(Taiwan, ROC) --- Walikota Taipei, Ko Wen-je beberapa hari lalu mengkritisi cara pemerintahan Presiden Tsai Ing-wen dalam menangani isu Daratan Tiongkok. Juru Bicara Kantor Kampanye Presiden Tsai Ing-wen, Ruan Jhao-syong (阮昭雄) menjawab bahwa kebijakan lintas selat yang didengungkan oleh Beliau adalah “stabil” dan “tegas”.
Dalam sebuah wawancara di televisi pada tanggal 12 Agustus 2019 malam, Ko Wen-je menilai langkah Presiden Tsai Ing-wen dalam menangani isu lintas selat, yang dianggap tidak sehat bagi perkembangan jangka panjang. Dengan kondisi yang terjadi di Hong Kong, mungkin dapat menaikkan jajak pendapat Tsai Ing-wen, namun ini tentu tidak memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Menjawab pernyataan Ko Wen-je, Ruan Jhao-syong mengemukakan bahwa kebijakan lintas selat yang dipromosikan Presiden Tsai Ing-wen adalah dengan menitikberatkan kestabilan, ketegasan, tidak memprovokasi dan tidak menyerah.
Namun demikian, Ruan Jhao-syong menekankan Kepala Negara tidak akan memilih untuk diam, jika Daratan Tiongkok terus mendorong Konsensus 92. Selaku Kepala Negara, Tsai Ing-wen jelas menyatakan posisi Taiwan dan tidak akan membiarkan otoritas Beijing memiliki penilaian yang salah. Selain itu, Presiden Tsai Ing-wen tidak akan membiarkan komunitas global beranggapan bahwa Taiwan tidak berusaha melindungi kedaulatannya sendiri. Ini adalah sikap yang seharusnya dimiliki oleh sosok penguasa yang bertanggung jawab. Dalam beberapa tahun terakhir, Taiwan juga telah menjadi mitra terpercaya yang diakui dunia internasional.
Ruan Jhao-syong menyayangkan pernyataan yang dilontarkan oleh sang Walikota Taipei, terlebih lagi ini terlibat dengan isu lintas selat.