(Taiwan, ROC) --- Pada tanggal 5 Agustus 2019, Walikota Ko Wen-je (柯文哲)mengritik Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文), dan menganggap bahwa orang yang berada di sekitarnya merupakan pejabat korup. Pernyataan Walikota Taipei tersebut, tentu mendatangkan reaksi pro dan kontra di masyarakat. Pada tanggal 6 Agustus 2019, Presiden Tsai Ing-wen menjawab bahwa setiap pernyataan yang keluar dari mulut tokoh politik, tentu harus disertai bukti yang kuat. Terkait dengan pembentukan partai baru oleh Ko Wen-je, Kepala Negara mengemukakan jika permohonannya dilangsungkan sesuai dengan prosedur hukum, maka pemerintah akan mengizinkannya.
Pada tanggal 5 Agustus 2019, Ko Wen-je mengeluarkan kritikan kerasnya terhadap pemerintahan Partai Progresif Demokratik (DPP) dan mengatakan bahwa “Presiden Tsai Ing-wen bersih dari korupsi, namun orang-orang di sekitarnya terus melangsungkan aksi korupsi”. Pernyataan ini tentu langsung mengundang reaksi keras dari tubuh pemerintahan. Pada tanggal 6 Agustus 2019, Ko Wen-je menjawab, pernyataannya mungkin terdengar sedikit berlebihan. Dan sebaliknya, apakah Ko Wen-je akan meminta maaf? Ia menjawab belum ada wacana seperti demikian.
Presiden Tsai Ing-wen diketahui menghadiri pembukaan “Kongres Asia Pasifik ke 49”, yang digelar hari ini (6/8). Kepala Negara menyampaikan, selaku tokoh masyarakat atau politisi harus dapat menunjukkan sikap tanggung jawab saat berbicara. Setiap pernyataan yang dilontarkan harus didasari dengan bukti yang kuat.
Terkait dengan konferensi yang akan digelar Ko Wen-je, dalam rangka pembentukan partai baru, Presiden Tsai Ing-wen mengemukakan jika semua telah memenuhi persyaratan hukum, maka pemerintah akan memberikan izin.
Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Terkait dengan beberapa kegiatan yang akan dilangsungkan oleh Walikota Ko Wen-je hari ini, guna untuk membentuk partai baru. Dan selaku pihak pemerintah berkuasa, jika semuanya telah berdasar menurut ketentuan hukum yang ada, maka kami akan memberikan izin. Kami harap kesibukan beliau di hari ini dapat berjalan lancar”.
Perdana Menteri Su Tseng-chang (蘇貞昌) juga mengeluarkan pernyataannya hari ini. Ia mengemukakan tuduhan korupsi merupakan hal yang sangat serius. Orang-orang di sekitar Presiden Tsai Ing-wen, dahulunya diketahui juga pernah berada di bawah naungan Ko Wen-je. Jika ia memiliki bukti yang jelas, maka dapat dilangsungkan verifikasi dan pemeriksaan terkait.
Su Tseng-chang mengatakan, “Tuduhan korupsi merupakan hal yang serius. Jika Ko Wen-je jelas memberitahukan nama terkait, maka kami akan menindaklanjuti hal tersebut. Jika tidak memiliki bukti, maka jangan menuduh hal seperti demikian. Ini tidak baik dan akan mempengaruhi persepsi dan kredibilitas Anda”.
Ko Wen-je juga kembali mempertanyakan kelangsungan dari kasus Kapal Qingfu dan kasus Bank Mega. Presiden Tsai Ing-wen mengemukakan bahwa 2 kasus tersebut terjadi di era pemerintahan sebelumnya. Begitu juga dengan kasus penyeludupan rokok, juga sudah terjadi semenjak pemerintahan terdahulu. Selaku pemerintahan saat ini, Kepala Negara juga akan berusaha menangani sebaik mungkin.
Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Sikap kami adalah tegas. Tegas dalam menyelidiki seluruh kasus – kasus ini. Tetapi saya juga ingin menyampaikan, kami adalah negara yang berada di bawah payung hukum. Kami harus bersandar pada bukti dan prosedur yang kuat, dalam menjalankan proeses penyeleidikan. Sebagai pihak pemerintah berkuasa, Anda tidak diperbolehkan menyelesaikan masalah dengan dasar emosi sesaat”.
Presiden Tsai melanjutkan Walikota Ko Wen-je sering kali mengritik program pembangunan infrastruktur, yang tengah dikejar oleh pemerintah. Infrastruktur merupakan unsur terpenting yang dapat membawa Taiwan berkembang dan meninggalkan ketertinggalan. Ini juga merupakan jawaban akan persoalan kerusakan akibat perubahan iklim, serta mampu mempersempit kesenjangan antar pedesaan dengan perkotaan. Meski Taiwan saat ini tengah mengerjakan banyak proyek pembangunan infrastruktur, namun semuanya berjalan sesuai dengan peraturan yang ada. Anggaran fiskal yang disediakan, juga tidak semuanya dihabiskan. Anggaran 2 tahun lalu diketahui juga diketahui memiliki sisa. Untuk sisa anggaran tahun 2019 akan disertakan dalam bujet tahun mendatang. Ini juga merupakan yang pertama kalinya dalam kurun waktu 22 tahun, anggaran belanja negara dapat diseimbangkan.