(Taiwan, ROC) – Partai New Power atau NPP tersiar kabar terjadi perpecahan internal. Beberapa hari lalu, anggota legislator Freddy Lin mengumumkan pengunduran dirinya dari NPP, dan menyatakan dukungannya kepada Presiden Tsai Ing-wen dalam pemilu yang akan datang. Presiden Tsai Ing-wen pada hari Jumat tanggal 2 Agustus saat mengikuti kegiatan “Kesuksesan Perindustrian untuk Periode 3 Tahun”, diwawancarai oleh media berkenaan dengan sikap yang diambil oleh Freddy Lin. Presiden Tsai Ing-wen turut mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh Freddy Lin dan Hung Tzu-yung, yang mana disebut sebagai legislator yang sangat bertanggung jawab dalam menjalankan tugas interpelasi di Yuan Legislatif, dan mereka adalah orang yang cerdas dan berbakat, untuk itu ia mengharapkan kedua legislator tersebut dapat terus berjuang ke depannya. Sehubungan dengan apakah Freddy Lin akan masuk dalam keanggotaan partai DPP, dan bagaimanakah hubungan yang akan dijalin antara partai DPP dan NPP kelak, semuanya akan diputuskan dalam rapat internal partai DPP.
Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Terkait bagaimana hubungan yang akan dijalin oleh partai DPP dan NPP ke depannya, atau bentuk kerjasama seperti apakah yang akan terjadi, saya pikir merujuk kepada aturan internal partai, maka kami akan melakukan diskusi musyawarah untuk pengambilan eksekusi terkait.”
Selain itu, terkait Walikota Taipei Ko Wen-je yang mengumumkan akan membentuk partai politik baru bernama “Taiwanese People’s Party”, dimana nama ini sama dengan nama partai politik yang pernah dibentuk sebelumnya di era kependudukan Jepang, Presiden Tsai Ing-wen dalam akun facebooknya menuliskan bahwa yang dimaksud dengan Taiwan adalah Taiwannya milik orang Taiwan, yang mana senada dengan apa yang disampaikan oleh mendiang Jiang Wei-shui. Hal ini tentu dimaksudkan untuk mengingatkan Ko Wen-je bahwa dalam menghadapi isu hubungan antar selat, harus lebih jelas dan waspada. Presiden Tsai Ing-wen menjelaskan bahwa “Taiwan adalah Taiwannya milik orang Taiwan” ditambah dengan kerja keras dalam hubungan diplomatik luar negeri, maka Taiwan telah turut berkontribusi bagi dunia internasional, dan kini banyak negara yang menganggap Taiwan adalah rekan kerjasama yang baik yang perlu dipertimbangkan, sehingga jika menyebut bahwa “Taiwan adalah Taiwannya dunia” juga bukan hal yang berlebihan.