(Taiwan, ROC) Walikota Taipei Ko Wen-je mempersiapkan parpol “ Taiwanese People's Party”, hal ini sangat menggemparkan dan menarik perhatian masyarakat. Pada hari Kamis ini (1/8) Walikota Ko Wen-je secara langsung menyampaikan ide pembentukan partai politik ini kepada publik. Walikota Ko Wen-je mengemukakan, sebenarnya pemerintah bukanlah suatu hal yang sulit, hanya mencari hati nurani; mengimplementasikan kebijakan pemerintahan juga tidak susah, hanya saja tidak boleh melupakan niat awal, bagi Ko Wen-je politik seyogyanya diimplementasikan pada kehidupan masyarakat sehari-hari, maka saat merumuskan kebijakan, berpegang pada 3 konsep yaitu “pandangan publik, profesionalitas dan nilai”. Ko juga mengatakan ini adalah konsep dasar tentang “kepentingan masyarakat Taiwan yang nyata, kesejahteraan rakyat terbesar”, agar masyarakat dapat hidup lebih nyaman dan bukan konsep konsensus 92 atau Satu Negara Dua Sistem serta bukan Reunifikasi; nilai yang dianutya adalah demokrasi, kebebasan, keberagaman, keterbukaan, HAM, kaum lemah dan kebersinambungan nilai universal yang diterapkan dengan nyata di Taiwan.
Ko Wen-je mengatakan, dia telah mempersiapkan partai politik Taiwanese People's Party dan berharap bisa memberikan pilihan lain di luar partai pan biru dan hijau, juga mengharapkan adanya perubahan demikian menjadikan Taiwan semakin baik.
Walikota Ko Wen-je mengatakan, “Kami mengadopsi nama Taiwan dan berasaskan pada rakyat, kami mengharapkan agar Taiwan adalah kami, dan kami adalah rakyat, saya mengharapkan dapat memberikan alternative pilihan lain selain partai pan biru dan hijau, maka dalam hal ini menurut kami, Taiwanese People's Party merupakan integrasi konsep, kami juga mengharapkan sikap jujur bersih, tekun dan mencintai rakyat yang akan menjadi prinsip kami dalam menjalankan tugas pemerintahan, terakhir secara keseluruhan untuk kepentingan, kesejahteraan rakyat terbesar adalah pokok utama gagasan kami.”
Mengenai konsep dalam pembinaan hubungan lintas selat yang dipegang oleh Taiwanese People's Party apakah tetap konsisten dengan konsepnya pada masa lalu? Ko Wen-je menjawab, topik pembinaan hubungan lintas selat sangat serius, dirinya sama sekali tidak beranggapan ini topik lelucon yang sepele, kebijakan lintas selat merupakan strategi nasional yang tidak mudah untuk diubah.
Ko Wen-je juga mengemukakan, Yuan Legislatif adalah struktur hukum sebuah negara, banyak aturan hukum yang akan diproses dalam Yuan Legislatif, maka memasuki parlemen menjadi sasaran yang ditargetnya oleh Berkaitan dengan apakah Ko Wen-je akan ikut mencalonkan diri untuk Pemilu 2020, seyogyanya akan diputuskan pada awal bulan September, karena melewati masa tersebut maka sudah tidak layak lagi untuk pencalonan.