(Taiwan, ROC) --- Pada tanggal 29 Juli 2019, Biro Kemaritiman Nasional Daratan Tiongkok untuk kawasan Guangdong mengeluarkan peringatan navigasi. Dalam peringatan tersebut, tertulis bahwa terhitung pukul 06:00 hingga tanggal 2 Agustus 2019, akan dilakukan kegiatan militer di perairan Pulau Dongshan. Mantan Instruktur Divisi Militer Akademi Angkatan Laut, Lu Li-shi (呂禮詩), melalui akun Facebook-nya mengutarakan sebagian simulasi militer Daratan Tiongkok telah melampaui garis batas. Menanggapi hal ini, Kementerian Pertahanan Nasional (MND) mengeluarkan pernyataan persnya dan membantah pendapat dari Lu Li-shi.
Pada tanggal 30 Juli 2019, MND menggelar konferensi pers mengemukakan bahwa Daratan Tiongkok tengah menggelar simulasi militer di Pulau Zhoushan dan Pulau Dongshan, yang mana ini semua merupakan latihan tahunan yang rutin dilaksanakan. MND menambahkan situasi udara dan laut di sekitar perairan Taiwan, terpantau normal. MND juga menekankan simulasi militer yang digelar di perairan Pulau Dongshan, tidak melewati garis perbatasan Selat Taiwan.
Wakil Reserse MND Chen Kuo-hua (陳國華), mengatakan, “Berdasarkan keterangan yang kami himpun dan data yang digunakan oleh MND, yakni titik koordinat “27°LU 122°BT” dan “23°LU 118°BT”. Dari titik sentral yang didapat dari 2 koordinat di atas, itulah garis tengah Selat Taiwan. Berdasarkan pantauan kami di zona terlarang, dapat terlihat bahwa tidak ada kesibukan simulasi militer di dalam kawasan garis tengah selat”.
Selain itu, pada tanggal 29 Juli hingga 30 Juli 2019, Tentara Nasional dijadwalkan melakukan latihan penembakan amunisi di Pangkalan Militer Jiupeng, yang dikabarkan telah memicu serangan balik dari Partai Komunis Daratan Tiongkok. Wakil Kepala Staf Pelatihan Militer MND Li Chao-ming (李兆明), mengemukakan MND pada akhir tahun akan merilis rencana pelatihan militer dan pos komando, dan merupakan bagian penting dari simulasi yang akan berlangsung di tahun berikutnya. Dan pelatihan di Pangkalan Militer Jiupeng yang biasanya berlangsung di kuartal ketiga ini, merupakan kebiasaan yang sudah berjalan sedari dulu. Hal ini tidak ada kaitannya dengan simulasi militer Daratan Tiongkok.
Liu Chao-ming mengatakan, “Terkait dengan latihan penembakan yang berlangsung pada minggu ini, sebenarnya telah diumumkan semenjak tanggal 8 Juli lalu. Ini merupakan latihan rutin yang berlangsung setiap tahun. Simulasi ini dirancang sesuai dengan konsep pertahanan secara menyeluruh. Kategori pelatihan ini akan dibedakan sesuai dengan kondisi operasional di lapangan; misal dari darat ke udara, udara ke udara, kapal ke pesawat atau pesawat ke kapal. Simulasi ini akan mengedepankan fondasi kekuatan perang dan kemampuan pertahanan asimetris. Yang mana akan diterapkan dalam setiap metode pelatihan pesawat tempur dan kapal perang”.
Li Chao-ming menambahkan simulasi yang berlangsung pada tahun ini, menggunakan 12 jenis tembakan, 117 rudal dan bahan peledak. Tidak ada jenis bom baru yang diterapkan dalam pelatihan kali ini. Terkait dengan jenis bahan peledak, hal ini menjadi rahasia dari otoritas terkait. Hasil simulasi yang berlangsung pada tanggal 29 Juli 2019, dilaporkan telah menerapkan 7 kategori pelatihan; salah satunya adalah mode tembakan “darat ke udara”, “kapal ke kapal” dan “udara ke udara”. Selain itu, terkait jumlah amunisi yang digunakan, dilaporkan mencapai 41 bahan peledak dengan skor tembakan 39 atau tingkat ketepatan yang mencapai 95,1%.