History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

MOFA: Prinsip Satu Negara Dua Sistem Gagal dan Tidak Bisa Berjalan

  • 30 July, 2019
  • 尤繼富
MOFA: Prinsip Satu Negara Dua Sistem Gagal dan Tidak Bisa Berjalan
MOFA: Prinsip Satu Negara Dua Sistem Gagal dan Tidak Bisa Berjalan

(Taiwan, ROC) – Belakangan ini Hong Kong masih terus berlangsung aksi demonstrasi anti RUU Ekstradisi, yang telah membenturkan pihak kepolisian dengan masyarakat setempat. Pihak Kementerian Luar Negeri (MOFA) pada hari Selasa tanggal 30 Juli menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pengamatan terhadap perkembangan situasi di Hong Kong, dan Taiwan akan terus memberikan dukungan penuh terhadap Hong Kong yang berupaya untuk memperjuangkan kebebasan, demokrasi dan hak asasi manusia. Dari contoh yang terjadi di Hong Kong, maka dapat terlihat jika program satu negara dua sistim adalah sebuah kegagalan dan tidak dapat berjalan.

Sehubungan dengan terus berlangsungnya aksi demonstrasi penolakan RUU Ekstradisi yang terjadi di Hong Kong, Wakil Juru Bicara MOFA Ou Jiang-an dalam jumpa pers yang digelar di kantor MOFA menyebutkan bahwa pihak MOFA sangat memperhatikan kondisi di Hong Kong. Sikap Taiwan sangat jelas, bahwa akan terus memberikan dukungan bagi Hong Kong dalam memperjuangkan kebebasan, demokrasi dan hak asasi manusia. Melihat contoh seperti di Hong Kong, maka MOFA mengimbau seluruh masyarakat di Taiwan untuk bisa menyayangi dan melindungi demokrasi dan kebebasan yang didapatkan secara tidak mudah.

Ou Jiang-an menjelaskan program satu negara dua sistem adalah sebuah kegagalan, dan tidak dapat berjalan. Pihak Daratan Tiongkok sebelumnya berharap dapat menerapkan program satu negara dua sistem untuk Taiwan, namun pihak MOFA yakin dan percaya jika masyarakat Taiwan sendiri, tanpa memandang perbedaan partai politik dan golongan, maka akan menolak program satu negara dua sistem, dan ini adalah sebuah kesepahaman yang dimiliki oleh masyarakat Taiwan.

Ou Jiang-an menyebutkan bahwa Menteri Luar Negeri Joseph Wu telah berulang kali memberikan cuitan di akun twitternya, dan menjelaskan sikap dan dukungan Taiwan untuk masyarakat Hong Kong dalam memperjuangkan demokrasi dan kebebasan, serta terus mendukung Hong Kong dalam mewujudkan pemilihan umum yang demokrasi. Joseph Wu menegaskan bahwa hanya dengan mewujudkan pemilihan umum secara demokrasi secara benar, barulah bisa memperpendek jeda perbedaan yang ada antar masyarakat di Hong Kong.

Ou Jiang-an mengatakan bahwa sistim hukum yang dijalankan di Hong Kong telah mendapatkan pengaruh dari pihak luar, dan dirinya menyatakan kekhawatirannya, termasuk kasus tragedi kekerasan Yuen Long, aksi brutal yang dipakai oleh pihak kepolisian Hong Kong terhadap warganya, yang mana semua ini tentu tidak dapat diterima oleh siapa-pun.

Komentar

Terbarumore