History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

PM Su Tseng-chang Menyayangkan Terjadinya Aksi Pemukulan di Stasiun Yuen Long Hong Kong

  • 23 July, 2019
  • 尤繼富
PM Su Tseng-chang Menyayangkan Terjadinya Aksi Pemukulan di Stasiun Yuen Long Hong Kong
PM Su Tseng-chang Menyayangkan Terjadinya Aksi Pemukulan di Stasisun Yuen Long Hong Kong

(Taiwan, ROC) --- Situasi bentrokan di tengah menentang UU Ekstradisi ke Daratan Tiongkok kian ricuh. Aksi pemukulan yang dilancarkan oleh warga berbaju putih di Stasiun Yuen Long kian memprihatinkan. Saat menerima wawancara, Perdana Menteri Su Tseng-chang (蘇貞昌) menyesalkan adanya pihak pemerintah yang mendukung aksi pemukulan yang terorganisir dan menyasar rakyat biasa.

Su Tseng-chang mengatakan, “Bagi pemerintah yang mendukung aksi pemukulan yang terorganisir dan menyasar rakyat tidak berdosa, harus dapat menanggung akibatnya. Taiwan juga pernah melewati masa otoriter yang sarat dengan tindakan semena-mena dari pemerintah. Berkat ketekunan, kebijaksanaan dan kerja keras, masyarakat Taiwan akhirnya dapat keluar menikmati udara demokrasi saat ini”.

Su Tseng-chang mengemukakan tindakan yang terjadi di Hong Kong saat ini tentu sangat memilukan. Ia pun mengajak seluruh warga Taiwan untuk dapat menjaga dan menghargai kebebasan yang dimiliki saat ini.

Pada tanggal 23 Juli 2019, organisasi The Hong Kong Outlander mengeluarkan pernyataan resminya. Organisasi yang dibentuk di Taiwan ini mengecam keras tindakan aparat kepolisian Hong Kong yang secara diam-diam memanfaatkan kekuatan mafia setempat. Yang mana tindakan tersebut telah menyebabkan kepanikan warga Hong Kong. Mereka juga mengutuk para anggota legislator Hong Kong yang memuji aksi pemukulan yang terjadi di Stasiun Yuen Long. The Hong Kong Outlander meminta kepada komunitas internasional untuk segera menerapkan langkah penanggulangan, salah satunya adalah dengan mengeluarkan larangan wisata ke Hong Kong.

The Hong Kong Outlander menambahkan saat aparat kepolisian tengah membersihkan area berlangsungnya aksi protes menentang RUU Ekstradisi ke Daratan Tiongkok pada tanggal 21 Juli kemarin, tiba-tiba ada Pasukan Taktis Khusus (The Special Tactical Squad) yang tidak mengenakan seragam kepolisian, menyerang para demonstran yang berada di garis terdepan. Mereka tidak hanya memukuli para demonstran, bahkan juga menyemprotkan gas air mata. Dilaporkan ada demonstran yang mengalami luka tembakan di bagian kepala. Mereka mengutuk tindakan aparat kepolisian Hong Kong yang menimbulkan kepanikan rakyat banyak.

Selain itu, pada tanggal 21 Juli malam hingga 22 Juli subuh, muncul warga berbaju putih yang dicurigai merupakan komplotan mafia setempat. Mereka diduga dipersenjatai senjata, kemudian mengejar dan memukul para warga. Ketika aksi keributan terjadi, aparat kepolisian terlambat datang ke lokasi. The Hong Kong Outlander mengutuk aksi aparat kepolisian yang dicurigai berkolusi dengan kumpulan mafia setempat. Kumpulan baju putih juga diduga sengaja dikirimkan dari Dataran Tiongkok.

The Hong Kong Outlander juga mengecam keras Junius Ho (何君堯). Junius Ho merupakan anggota legislator yang dikenal mendukung Daratan Tiongkok. Ia juga mendukung aksi pemukulan yang dilancarkan oleh warga berbaju putih. Partai Komunis Daratan Tiongkok dicurigai telah melancarkan strategi dengan memecah belah masyarakat Hong Kong, guna untuk mencapai tujuan mereka. Selain itu sikap otoritas Hong Kong yang kerap kali menunda, juga dinilai sebagai langkah yang akan memperkeruh suasana.

Komentar

Terbarumore