(Taiwan, ROC) --- Pada tanggal 8 Juli 2019, Presiden Tsai Ing-wen berkunjung ke Kantor Dewan Kota New Taipei. Ketika diwawancara, Kepala Negara mengemukakan bahwa dirinya akan berkunjung ke setiap tempat, untuk mendengarkan berbagai suara dari para anggota dewan di daerah. Beliau akan mengintegrasikan seluruh pendapat, guna untuk merancang kebijakan dan menyelesaikan ragam persoalan negara. Presiden Tsai menambahkan dirinya akan mencari peluang untuk duduk bersama dengan seluruh anggota dewan dan mendalami opini publik.
Sebelumnya, Walikota Kaohsiung pernah melontarkan pernyataan bahwa Partai Penguasa akan gentar jika menghadapi dirinya. Hal yang sama juga pernah disampaikan oleh Gou Tai-ming (郭台銘). Menghadapi pernyataan tersebut, Presiden Tsai menjawab dirinya tidak gentar dengan siapa-pun, justru sebaliknya.
Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Saya tidak gentar dalam menghadapi siapa pun. Yang saya rasakan malah sebaliknya. Dalam beberapa waktu terakhir dan di berbagai kesempatan, mereka kerap kali mengritik atau menyerang saya. Hal ini tersirat jelas, bahwa mereka-lah yang takut menghadapi saya”.
Gou Tai-ming mengemukakan dirinya hendak mengirimkan topi berbendara ROC, saat Presiden melakukan ragam kunjungan. Menanggapi pernyataan tersebut, Kepala Negara menjawab Gou Tai-ming adalah sosok pengusaha. Hal ini dapat terlihat dari bagaimana cara ia bertindak. Mengirimkan topi bendera lebih pantas diterapkan ketika masing-masing partai tengah menggodok kandidat masing-masing. Beliau menambahkan dirinya selalu mengenakan lencana berbendera Taiwan, ketika melakukan berbagai kunjungan. Semua hal yang menyangkut kenegaraan tentu sudah diatur dan memiliki prosedur yang jelas, demikian lanjut Presiden Tsai.
Terkait dengan biaya dalam melaksanakan penetapan kandidat presiden internal partai, Presiden Tsai menjawab seluruh proses telah berlangsung sewajarnya dan tidak menghabiskan dana yang terlalu besar. Seluruh opsi biaya juga tercatat dengan jelas, sehingga siap untuk diperlihatkan ke hadapan publik. Dana yang dikeluarkan pun dipastikan tidak menggunakan aset negara.
Di samping itu, Han Kuo-yu (韓國瑜) menyerukan akan mengubah kebijakan untuk mempermudah rekrutmen tentara militer. Ia mengritik Presiden Tsai yang dinilai gagal dalam merekrut para tentara, yang mana dapat membahayakan posisi Taiwan. Kepala Negara menjawab Han Kuo-yu tidak memiliki pemahaman yang jelas mengenai perekrutan tentara militer. Jumlah warga yang hendak mendaftarkan diri menjadi anggota militer dilaporkan melebihi permintaan. Kualitas dari tentara militer pun dilaporkan meningkat pesat. Dikarenakan kebijakan yang kian membaik, kini semakin banyak anak muda Taiwan yang hendak meniti karier mereka di sektor pertahanan militer