History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden: Tergantung Bagaimana Masing-Masing Menelaah Permasalahan yang Ada

  • 05 July, 2019
  • 曾秀情
Presiden: Tergantung Bagaimana Masing-Masing Menelaah Permasalahan yang Ada
Hubungan Taiwan - Daratan Tiongkok - Amerika Serikat

(Taiwan/ROC) --- Pada tanggal 11 Juli 2019 mendatang, Presiden Tsai Ing-wen akan memimpin tim delegasi mengunjungi negara-negara sahabat di perairan Karibia. Di samping itu, Kepala Negara dijadwalkan melakukan transit di Amerika Serikat. Saat menerima pertanyaan, Presiden Tsai mengemukakan pelayanan transit yang diberikan Amerika Serikat telah meningkat drastis, terutama terkait dengan wawancara media.  Saat transit, Presiden Tsai juga akan bertemu dengan beberapa pihak; di antaranya anggota parlemen setempat, wadah pemikir dan Ketua Asosiasi Tionghoa Perantauan. Kepala Negara mengemukakan, selama beberapa tahun terakhir pelayanan transit yang diberikan Negeri Paman Sam telah berkembang pesat. Secara pribadi, Beliau merasakan ketulusan yang diberikan oleh pihak Amerika Serikat. Hal tersebut mencerminkan semakin eratnya hubungan antar Taiwan dengan Amerika Serikat.

Terkait dengan perkembangan hubungan lintas selat, di tengah kian eratnya pertukaran Taiwan dengan Amerika Serikat, Presiden Tsai Ing-wen mengemukakan Taiwan memiliki prinsip yang mandiri dan kebebasan yang otonom. Pertukaran Taiwan dengan negara-negara yang mengutamakan nilai demokrasi, kebebasan dan HAM, merupakan tonggak utama bagi stabilitas perdamaian regional. Hal ini tidak akan mempengaruhi hubungan Taiwan dengan Amerika Serikat maupun Daratan Tiongkok.

Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Kebebasan, demokrasi dan HAM, merupakan nilai-nilai yang kami miliki. Kami akan berbagi dengan negara-negara yang memiliki prinsip serupa dan menjadikan nilai ini sebagai kekuatan untuk menjaga perdamaian. Tidak hanya di Selat Taiwan, melainkan perdamaian di seluruh kawasan regional. Taiwan menjadi kontributor dan pemain penting. Jadi, ini hanya lah permasalahan bagaimana Anda melihat isu terkait”.

Terkait dengan kekhawatiran sebagian orang, apakah Taiwan hanya akan menjadi “bidak catur” negara tertentu? Presiden Tsai Ing-wen menjawab jangan terlalu pesimis. Beliau melanjutkan keberadaan Taiwan sangat-lah penting. Taiwan tidak hanya menjadi tolak ukur dari prinsip demokrasi di dunia, namun juga menjadi negara panutan yang menjunjung nilai ekonomi yang bebas. Bagi beberapa negara, Taiwan merupakan contoh dari sebuah negara yang berhasil dan berkembang. Panutan-panutan tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perkembangan stabilitas di kawasan regional.

Ketika dihadapkan dengan pilihan demokrasi atau ekonomi? Presiden Tsai Ing-wen mengakui fakta, akan masih adanya sebagian besar masyarakat yang memang memiliki pemikiran serupa. Namun dirinya mengajak seluruh warga untuk merenungkan makna dari demokrasi itu sendiri. Ekonomi yang makmur tidak akan dapat berjalan seimbang, jika tanpa didasari nilai-nilai kebebasan. Beliau meyakini jika ekonomi berkembang sampai batas tertentu, sedikit banyak akan bersinggungan dengan isu distribusi, tenaga kerja dan perlindungan lingkungan. Jika semua ini tanpa didasari nilai demokrasi, maka kehidupan sosial masyarakat akan terganggu dan menyeret pembangunan ekonomi.

Selain itu, terkait dengan kunjungan transitnya ke New York yang masih belum mendapatkan kejelasan dari otoritas Amerika Serikat, Presiden Tsai Ing-wen menambahkan dirinya adalah alumni dari Universitas Cornell, sehingga dirinya tidak asing lagi dengan lingkungan New York.

Komentar

Terbarumore