(Taiwan, ROC) - Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) resmi diumumkan sebagai calon presiden dari partai berkuasa Partai Progresif Demokratik (DPP) untuk pemilihan presiden 2020, setelah mengalahkan oponen tunggal lain yakni mantan Perdana Menteri Lai Ching-te (賴清德) dalam pemilihan pendahuluan DPP.
Melalui suatu acara temu pers di Taipei, Kamis, 13 Juni, Ketua DPP Cho Jung-tai (卓榮泰) merincikan, Tsai meraih angka dukungan rata-rata 35,67% dalam lima jajak pendapat tiga-arah berlainan yang diadakan, mengungguli Lai yang meraih angka dukungan 27,48%.
Angka yang diperoleh Tsai bahkan lebih tinggi dari Walikota Taipei Ko Wen-je (柯文哲) dan Walikota Kaohsiung Han Kuo-yu (韓國瑜) dari partai oposisi Kuomintang (KMT), dua tokoh di posisi tertinggi dalam berbagai jajak pendapat, yang disetujui untuk turut dibandingkan dalam survei yang dipakai sebagai perhitungan angka dukungan pemilihan pendahuluan DPP.
Dibandingkan Tsai, Ko dan Han masing-masing meraih angka dukungan 22,7% dan 24,51%; sedangkan dibandingkan Lai, angka dukungan Ko dan Han masing-masing adalah 27,38% dan 23,47%.
Jajak pendapat DPP tersebut dilaksanakan oleh lima perusahaan survei berlainan. Secara keseluruhan, 16.501 sampel valid dihimpun dan diperhitungkan. Di antaranya, 7.995 sampel valid dikumpulkan melalui telepon seluler dan 8.056 sampel valid didapatkan melalui telepon darat.
Pemilihan pendahuluan DPP untuk menentukan capres yang akan mewakilinya mengikuti pilpres 2020 sempat membangkitkan kontroversi hangat, terutama setelah Komite Eksekutif Pusat (CEC) DPP memutuskan pada akhir Mei untuk pertama kali memperhitungkan angka dukungan melalui survei telepon seluler.
Peraturan baru ini dipercaya akan menguntungkan Tsai karena banyak warga berusia muda yang mendukung Tsai hanya memakai telepon seluler.