(Taiwan, ROC) --- Pejabat perwakilan Departemen Pertahanan Amerika Serikat Patrick Shanahan dalam Konferensi Keamanan Asia yang berlangsung di Singapura pada tanggal 1 Juni 2019, mengemukakan bahwa Amerika Serikat akan meneruskan kewajibannya untuk menyediakan pelayanan akan pertahanan senjata militer terhadap Taiwan. Pada tanggal 4 Juni 2019, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Chen Chung-chi (陳中吉) mengemukakan Amerika Serikat sedari dulu sudah menjadi sekutu Taiwan. Ke depannya, diharapkan kedua belah pihak dapat memperkuat kerja sama dan meningkatkan pertukaran di sektor militer pertahanan.
Konferensi Keamanan Asia berlangsung selama 3 hari, semenjak tanggal 31 Mei 2019 lalu di Singapura. Dalam pidato yang disampaikan oleh pejabat perwakilan Departemen Pertahanan Amerika Serikat Patrick Shanahan, memperingatkan Daratan Tiongkok untuk tidak mengancam kedaulatan negara tetangga. Negeri Tirai Bambu juga diharapkan dapat menyelesaikan sengketa di Selat Taiwan dengan penuh kedamaian. Negeri Paman Sam juga akan terus memenuhi kewajibannya, seperti yang tertera dalam “Undang-Undang Hubungan Taiwan”.
Saat diwawancara oleh media, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Chen Chung-chi mengemukakan hubungan persahabatan antar Taiwan dengan Amerika Serikat telah terjalin erat sedari dulu. Dengan berdasar pada UU Hubungan Taiwan, Amerika Serikat memberikan jaminannya atas 6 sektor; meliputi pertukaran militer dan pengadaan senjata yang akan terjalin kian kokoh.
Chen Chung-chi mengatakan, “Taiwan dan Amerika Serikat merupakan sekutu yang erat. Kami memiliki nilai dan prinsip yang sama; meliputi kebebasan, demokrasi dan HAM. Untuk stabilitas perdamaian di kawasan regional, kedua negara diharapkan dapat bekerja sama. Melalui kerja sama ini tentu dapat mendatangkan hal positif bagi keamanan negara. Sehingga dibutuhkan kerja sama dan pertukaran. Kami akan memperdalam dan berharap cara ini dapat meningkatkan kemampuan militer nasional kami”.
Di saat yang sama, beberapa media kembali bertanya perihal direvisi kata-kata ‘’saudara-saudara militer komunis” menjadi “musuh”, dalam moto pelatihan komprehensif prajurit. Pihak Kementerian Pertahanan mengemukakan ini hanyalah sebagai rujukan dan bahan rekomendasi semata. Kementerian Pertahanan melanjutkan tentara nasional memiliki beban tanggung jawab untuk membela keamanan nasional. Pihak yang melanggar kedaulatan negara Taiwan, merupakan musuh bersama.