(Taiwan, ROC) --- Pada tanggal 23 Mei 2019, Komite Militer Senat Amerika Serikat mengumumkan ringkasan “Rancangan Undang-Undang Otorisasi Pertahanan untuk Tahun Fiskal 2020” (FY 2020 NDAA). Dalam RUU tersebut, terlihat jelas dukungan besar dari Kongres Amerika Serikat terhadap hubungan pertahanan dengan Taiwan.
Ketua Komite Senat Angkatan Bersenjata James Inhofe dan Ketua Dewan Jack Reed mengeluarkan siaran pers pada Kamis (23/5). Dalam siaran pers disebutkan bahwa Daratan Tiongkok dan Rusia menjadi tantangan utama Negeri Paman Sam, dalam mencapai kemakmuran dan keamanan jangka panjang. RUU ini akan memperkuat pertahanan terhadap interfensi pihak asing, dan meningkatkan kerja sama dengan mitra global. Selain itu, beberapa langkah juga akan diterapkan; meliputi investasi di sektor 5G dan mempertahankan pencegahan serangan senjata nuklir Amerika Serikat.
RUU juga meminta kepada pihak Departemen Pertahanan untuk menyertakan perkiraan nilai investasi luar negeri oleh pihak militer Daratan Tiongkok. Selain itu, juga harus mendata terkait nama-nama lembaga akademis militer Daratan Tiongkok dan Rusia.
RUU Otorisasi Pertahanan untuk Tahun Fiskal 2020, menyusun anggaran pertahanan sebanyak US$ 750 miliar dan menyetujui pembentukan komando pasukan ruang angkasa, yang mana sejalan dengan perencanaan pengembangan antariksa milik Presiden Donald Trump.
Setiap tahunnya, Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat akan mengajukan RUU terkait tahun fiskal otorisasi pertahanan. Beberapa proyek akan dibahas; meliputi rincian anggaran, perencanaan pengembangan pertahanan dan kerja sama dengan negara sekutu di sektor keamanan.
Setelah RUU otorisasi pertahanan versi senat diusulkan, maka DPR AS dapat mengajukan versi mereka sendiri pada bulan mendatang. Setelah keduanya telah mengajukan versi masing-masing, maka akan dilanjutkan dengan proses negosiasi, guna membahas versi akhir dari RUU ini. Dan pada akhirnya, RUU ini akan dibawa ke Gedung Putih untuk disahkan dan ditandatangani oleh Presiden.