(Taiwan, ROC) --- Media Amerika Serikat ‘Voice of America’ mewartakan, dalam laporannya pekan lalu, Departemen Pertahanan Amerika Serikat mengemukakan bahwa Daratan Tiongkok tengah mempersiapkan dan berkemungkinan akan melancarkan serangan militer atas Taiwan. Atas pertimbangan tersebut, Taiwan harus melakukan langkah penanggulangan dan menolak adanya intervensi dari pihak ketiga. Terkait pemberitaan tersebut, para pakar menganalisiskemungkinan dilancarkannya serangan militer atas Taiwan oleh DaratanTiongkok sangat mustahil, mengingat kemampuan militer dan teknis peperangan amfibi milik Negeri Tirai Bambu masih minim.
Pentagon baru-baru ini menyerahkan laporan terkait pengembangan militer dan pertahanan Daratan Tiongkok tahun 2019. Dalam laporan tersebut juga tertera akan kemungkinan dilancarkannya serangan militer atas Taiwan. Pada tanggal 12 Mei 2019, media South China Morning Post dan India Blooms mengutip laporan setebal 136 halaman, mewartakan beberapa kemungkinan serangan yang akan dilancarkan Negeri Tirai Bambu; meliputi memblokir perairan Taiwan, memangkas jalur impor, melancarkan serangan militer dalam skala besar dan menduduki Pulau Kinmen serta pulau-pulau kecil lainnya.
Laporan tersebut juga menuliskan serangan udara dan rudal dilancarkan adalah untuk menghancurkan fasilitas militer dan transportasi. Pasukan militer Daratan Tiongkok diperkirakan akan masuk melalui ujung utara dan selatan dari pesisir barat Taiwan.
Laporan tersebut mengatakan seiring dengan semakin modernnya kekuatan militer Daratan Tiongkok, kemampuan pertahanan Taiwan dikabarkan terus mengalami penurunan. Selain itu, Taiwan juga mengalami banyak tantangan dalam sektor kesiapan perang dan persenjataan.
Namun, laporan tersebut mendapatkan keraguan dari para analisis. Seorang pakar militer dari Nanyang TechnologicalUniversity Singapura, Collin Koh mengatakan kemampuan peperangan amfibi Daratan Tiongkok yang disebutkan dalam laporan dirasa mustahil, mengingat kemampuan maritim dan operasi pendaratan amfibi milik Negeri Tirai Bambu masih sangat minim.
Seorang peneliti pertahanan internasional dari wadah pemikir Amerika Serikat RAND, Timothy Heath mengemukakan Daratan Tiongkok kekurangan kapal yang cukup untuk mengangkut pasukan militer dan melakukan invasi.
Pakar militer Daratan Tiongkok, Lee Jye (李傑) mengatakan selama pemimpin tertinggi memberikan pemerintah, pasukan militer Daratan Tiongkok akan berupaya menyukseskan, terlepas dari berbagai kekurangan yang ada. Lee Jye kembali menambahkan setelah melewati masa pelatihan bertahun-tahun kemampuan perang amfibi Daratan Tiongkok telah mengalami peningkatan.